PAD Kota Tangerang Anjlok

Net. ILUSTRASI
Net. ILUSTRASI

TANGERANG – Selama Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Kota Tangerang, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang terpuruk karena tidak ada pemasukan dari penyumbang PAD.

Penurunan ini didominasi oleh sektor industri kuliner dan juga tempat hiburan, hal tersebut dikarenakan memang selama PSBB di Kota Tangerang hotel dan kuliner tutup karena ada aturan PSBB dalam rangka penceghan penyebaran virus corona.

Sekda Kota Tangerang Herman Sumarwan mengatakan, penurunan PAD di Kota Tangerang memang mengalami penurunan yang luar biasa, terlihat untuk bulan Mei PAD Kota Tangerang hanya Rp 68 miliar. Sedangkan di bulan Januari sampai Februari, angkanya mencapai Rp 200 milliar.

“Penyumbang PAD selama PSBB memang mengalami kesulitan untuk bisa menghasilkan PAD, mau bagaimana lagi memang kondisinya saat ini masih belum bisa di tingkatkan karena masih pemberlakukan PSBB di Kota Tangerang,”ujarnya saat di hubungi Tangerang Ekspres melalui telpon selularnya, Selasa (2/6).

Herman menambahkan, PAD yang didapat di Kota Tangerang memang paling banyak restoran, tempat hiburan, hotel, industri kuliner, dan juga retribusi pajak kendaraan bermotor. Dengan adanya corona, sektor tersebut tidak bisa bergerak bahkan mereka meminta adanya keringanan pajak selama PSBB.

“Beberapa sektor sudah mengajukan surat ke Pemkot Tangerang, pengajuan tersebut karena memang mereka sudah tidak bisa beroperasi selaman corona dan itu menjadi kendala besar bagi para penyumbang PAD,”paparnya.

Ia menjelaskan, Pemkot Tangerang saat ini juga mengupayakan untuk bisa beroperasi dengan catatan menggunakan protokol kesehatan. Dan itu sedang dalam kajian untuk bisa dijalankan new normal.

“Kita sedang mengkaji new normal untuk nantinya masyarakat dan pelaku usaha tetap berjalan di tengah pandemik virus corona, tetapi kita belum bisa memastikan karena memang belum ada kepastian pasti kapan pelaksanaan new normal berjalan,”ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Kota Tangerang Ubaydilah Anshar menjelaskan, untuk perhotelan sampai saat ini memang belum ada yang bukan. Mereka menutup operasinya karena memang tidak sebanding dengan pengeluaran dengan pemasukan selama pandemik virus corona.

“Ada dua hotel yang digunakan untuk tempat istirahat tim medis yang di sewa oleh pihak Kemenparkraf, dua hotel tersebut adalah Pakons dan Days Hotel. Artinya, dua hotel ini masih bisa memberikan PAD kepada Pemkot Tangerang di tengah wabah corona,”tutupnya. (ran)