Pagar Bambu Dibuat, Grafiti pun Bakal Hiasi Jalan Kampung Darunnajah

0
244 views

PADARINCANG – Satu pekan terakhir, Pemerintah Desa Kalumpang, Kecamatan Padarincang, dan warga RW 01, Kampung Darunnajah, menata kampung ini. Rumah-rumah warga yang belum memiliki pagar, dipagari dengan bambu. Warga melakukannya agar perkampungan mereka terlihat lebih rapi. Mereka mempersiapkan kampungnya berkompetisi pada Lomba Kampung Bersih dan Aman Kabupaten Serang 2019.

Iman Firman, Bendahara Desa Kalumpang, menjelaskan, pagar bambu dipasang pada rumah-rumah warga Darunnajah yang terletak di pinggir jalan kampung. Agar terlihat indah, pagar bambu dicat. Serta, tambahnya, “Kita siapkan ban bekas, botol, dan gelas bekas kemasan mineral untuk hiasan tambahan (di pagar bambu-red)”.

“Kita juga bakal mengecat jalan, membuat grafiti,” ungkap Iman kepada Radar Banten, Senin (16/9). Grafiti itu akan dibuat di jalan kampung ini sepanjang 170 meter.

Dua gapura pun sedang dalam proses pembuatan. Nantinya, gapura dari bambu itu bakal didirikan di dua jalan masuk Kampung Darunnajah.

Untuk menghijaukan lingkungan RW dengan 1.600 jiwa penduduk dari 220 kepala keluarga (KK)ini, tanaman hodroponik menjadi pilihan. Tanaman hias dan bunga tidak dilarang untuk ditanam di tiap rumah warga.

Soal kebersihan, Pemerintah Desa Kalumpang pun akan menyediakan tong sampah di setiap rumah warga Darunnajah. Warga diharapkan disiplin membuang sampah pada tempatnya.

Alasan Pemerintah Desa Kalumpang memilih Kampung Darunnajah, kata Iman, lantaran ingin mengangkat dan menumbuhkan kesadaran warga akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat. Pemerintah desa juga ingin mengaktifkan kembali gotong royong. “Kita siapkan anggaran dari desa Rp25 juta,” tegasnya.

Makanya, Minggu (15/9) lalu, warga Darunnajah diajak bergotong royong membersihkan saluran irigasi di kampung mereka. Saluran irigasi sepanjang 200-an meter ini mampat akibat sampah dan lumpur. Kini, air pertanian lancar mengalir di saluran irigasi tersebut.     

Iman mengakui, Darunnajah belum bisa memenuhi empat persyaratan Lomba Kampung Bersih dan Aman. Selain harus tersedia tempat pembuangan sampah (TPS), setiap RW juga harus memiliki sistem keamanan lingkungan (siskamling), kelompok pemuda sadar hukum, dan kelompok sadar lingkungan. “Kita baru punya siskamling dengan lima pos ronda,” ujarnya.

Sardana, Ketua RW 01, Kampung Darunnajah, mengaku antusias mengikuti perlombaan yang digagas Radar Banten, Pemkab Serang, dan Polda Banten itu. Lomba dengan total hadiah Rp900 juta ini menumbuhkan kekompakan warganya. Itu dibuktikan dengan gotong royong warga saat mengeruk saluran irigasi.

“Kalau pemudanya semangat, semua warga juga ikut semangat. Pasti kompak,” tukas Sardana. (mg06/don/ags)