Paham Radikal Bukan Jihad

DEWASA kini aksi terorisme tidak hanya terjadi di negara-negara konflik di timur tengah, namun juga di Indonesia. Hal itu terbukti dengan banyak aksi teror yang terjadi selama beberapa waktu terakhir.

Aksi-aksi teror itu ditenggarai oleh paham radikalisme yang mulai disebar oleh sejumlah kelompok yang tidak bertanggung jawab. Dengan berbagai macam modus, paham-paham yang mengancam kedaulatan negara itu disebar hingga pelosok desa.

Untuk menangkal penyebaran paham radikal, pemerintah saat ini gencar melakukan upaya pencegahan atau yang disebut dengan deradikalisasi dengan melibatkan semua elemen di negara. Salah satunya adalah mantan pengikut paham radikal.

Hadidi alias Abi Zahro merupakan salah satu mantan pengikut paham radikal yang telah sadar dan menyatakan untuk kembali menjadi warga negara yang patuh hukum.

Warga Bojonegara, Kabupaten Serang itu mengaku pernah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh organisasi radikal. Ia kini mengaku menyesal dan berjanji akan menjadi warga negara yang patuh hukum.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak mengikuti paham-paham radikal yang bisa mengancam keutuhan negara dan membahayakan diri masyarakat sendiri. (ADVERTORIAL)