Pahit ‘Madu’ Tak Sepahit Hidup Miskin

Love Story

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

1. Tak Jadi Cerai

Dini (28), nama samaran, mesem-mesem di pengadilan agama. Dia terlihat malu-malu ketika datang bersama suaminya Dono (35), juga nama samaran. Kedatangan Dini, untuk mencabut gugatan cerainya.

Apa pasal? Karena Dini sudah siap dimadu. Padahal beberapa bulan sebelumnya, wanita ini ngotot dan bersumpah-sumpah tidak mau diduakan oleh Dono. Dia sampai melayangkan gugatan cerai.

Setelah melalui pemikiran panjang, Dini ternyata memilih untuk tunduk kepada Dono. Dompet suaminya itu tebal, sampai Dini mau mendaftarkan diri bersama Dono untuk perkawinan poligami, begitu gugatannya dicabut.

“Saya kemari untuk daftar poligami. Barusan, saya juga sudah cabut gugatan cerai,” aku Dini.

Kedatangan Dini dan Dono juga didampingi seorang wanita muda nan cantik. Wanita muda itu, sebut saja namanya Dana (24). Dia tak lain sepupu Dini yang akan dijadikan istri sah kedua Dono.

“Dana akan menemani suami juga, seperti saya. Kami sudah sepakat, saya akan jadi istri tua dan dia istri muda,” ujar Dini.

Kehadiran Dini, Dono, dan Dana ke pengadilan agama memang cukup menarik perhatian. Terlebih, bagi segelintir pegawai pengadilan agama yang tahu persis permasalahan rumah tangga Dini dan Dono.

Keputusan Dini lah yang menjadi sorotan. Para pegawai pengadilan agama masih ingat, Dini begitu marah ketika melayangkan gugatan cerai. “Dulu, saya memang marah. Tapi setelah dibicarakan, saya bisa menerimanya (keputusan Dono untuk menikah lagi-red),” aku Dini.

Gugatan cerai Dini sudah mengendap selama sepuluh bulan. Pihak pengadilan agama kerepotan menangani kasus mereka. Dini dan Dono jarang memenuhi panggilan. Rupanya, waktu panjang yang dibutuhkan Dini untuk mikir menjadi penyebab.

Persoalan ini bermula ketika usia pernikahan Dini dan Dono menginjak tahun keenam. Dono yang mulai sukses di dunia pertambangan dan hasil bumi lain, membuka kantor. Untuk mengurus administrasi perkantoran, Dono harus merekrut tenaga administrasi dan sekretaris pribadi.

Nah, untuk jabatan sekretaris, Dono mengangkat Dana. “Dana itu janda baru, ditinggal suaminya menikah dengan perempuan lain. Sementara, dia (Dana-red) punya tanggungan satu anak. Karena dia butuh kerja dan memohon untuk bisa bekerja kepada suami, saya rekomendasikan dia (Dana-red),” tutur Dini.

Dono sebenarnya punya calon sekretaris pribadi lain. Sebut saja namanya Dani. Dia sahabat Dono sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA). Dani sering ikut Dono kemana pun pergi.

Tapi, berhubung Dini meminta Dana yang dipekerjakan, Dono tidak punya pilihan lain.

“Tadinya, ada orang lain yang mau jadi sekretarisnya. Dia kan paham dengan hal-hal begitu. Lagi pula, sejak lama orang itu (Dani-red) jadi tangan kanan Mas Dono. Dia yang mengerti semua urusan bisnis suami,” terang Dini.

2. Selingkuh dengan Sepupu Istri

Awal menjadi sekretaris pribadi, Dono meminta Dani mengajari Dana tentang segala urusan yang harus ditangani oleh seorang sekretaris pribadi. Karenanya, Dani menjadi sering berdua dengan Dana di kantor. Kedekatan Dana dan Dani terlihat lebih dari sekadar teman kerja.

Hal itu membuat Dini sempat menjodohkan Dana dengan Dani. “Tangan kanan suami saya itu masih jomblo, sering ganti-ganti pacar. Makanya, saya jodohkan dengan Dana. Barangkali saja dia bisa jadi laki-laki yang benar setelah menikah dengan Dana,” kata Dini.

Tapi, manusia hanya bisa berencana. Niat Dini tidak kesampaian. Dani tidak tertarik kepada Dana. Padahal, setahu Dini, Dani itu seorang playboy.

Rasa penasaran Dini membuatnya bertanya kepada Dani. “Awalnya Dani bilang, Dana bukan tipenya. Dia milih yang belum pernah menikah, yang bukan janda,” terang Dini.

Jawaban Dani justru membuat rasa penasaran Dini menjadi-jadi. Dia melihat, ada yang ganjil dari jawaban Dani.

Penyelidikan dimulai. Dini jadi sering datang ke kantor suaminya. Dia melihat, Dono begitu akrab dengan Dana. Dia jadi cemburu melihat lempar senyum antara Dana dan suaminya. Dini curiga.

Tak butuh waktu lama, Dini melihat adegan yang membuatnya naik pitam. Dia melihat Dono mencumbu sepupunya di kantor pada malam hari.

Perselingkuhan ini terjadi ketika Dono dan Dana mempersiapkan kontrak kerja dengan sebuah perusahaan. Mereka harus bekerja dari siang sampai malam hari. Suasana membawa hawa lain bagi pasangan beda jenis itu.

“Saya tengok suami karane sampai jam 02.00 pagi belum pulang. Eh, ternyata dia dengan Dana sedang begituan,” tukas Dini.

Dono dan Dana yang tengah asyik masyuk langsung ngedrop. Mereka dilabrak Dini yang beringas.

Melihat itu, Dono malah berkata ingin menikahi Dana. Dono juga langsung meminta Dini agar menerima keputusannya.

Tentu saja, Dini tidak terima. Dia kabur membawa anak semata wayangnya. Dini pulang ke rumah orangtuanya dan memutuskan ingin bercerai.

Proses perceraian pun dimulai di pengadilan agama. Pada sesi mediasi, Dono mengakui telah berselingkuh dan ingin menikahi Dana. Tapi, dia tidak ingin menceraikan Dini. “Di depan hakim, Mas Dono mengatakan hal sama. Saat itu, saya kembali menegaskan, saya tidak mau dimadu,” terangnya.

Setelah pertemuan pertama itu, Dini dan Dono jarang memenuhi panggilan pihak pengadilan agama. Selama 14 bulan setelah mediasi, Dana ternyata melakukan pendekatan dengan Dini. “Ketika itu, saya terus dihubungi Dana. Kedatangannya bukan untuk meminta maaf dan menjauhi suami saya, tapi membujuk saya untuk mau dimadu,” terang Dini.

Sepupu Dini itu memberikan bahan pemikiran tentang untung rugi bercerai dengan Dono. Dana disebutkan tidak merasa bersalah karena merebut suami sepupunya. Dan jika Dini benar-benar bercerai, Dana akan semakin kaya, sedangkan Dini menjadi miskin.

Dini jadi membayangkan, bagaimana hidupnya dan hidup Dana setelah dirinya bercerai dengan Dono. Dana akan mengendarai mobil mewah, sementara Dini akan naik becak untuk belanja ke pasar tradisional.

“Saya membayangkan Dana bergelimang harta, sementara saya bergelimang utang di warung dan sering kelaparan. Wah, enggak banget deh,” tutur Dini.

Cara Dana ini ternyata berhasil. Dini yang sebelumnya lebih mengutamakan perasaan, mulai menggunakan logika. Dia menilai, kata-kata Dana ada benarnya.

Dini lalu kembali ke rumah Dono. Tidak lama kemudian, Dono menikahi Dana secara siri. Setelah itu, Dono membawa Dini dan Dana ke pengadilan agama.

“Zaman susah seperti ini jangan manja, Mas. Kalau memang harus dimadu agar bisa hidup nyaman, saya jalani deh. Ini semua untuk masa depan anak-anak juga,” Dini beralasan. (RB/quy/don)