Pakai Masker, Tapi Masih Ketahuan Juga

Love Story

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

Deni (40), nama samaran, sedang merasakan luka teramat dalam. Hati pria pemilik salah satu perusahaan supply batu bara di Banten ini hancur lebur, tersayat-sayat, perih pokoknya. Ia tengah mengalami keretakan rumah tangga. Penyebabnya, Deni mendapati Dinda (38), nama samaran istri Deni, berselingkuh dengan mantan pacar, sebut saja Baher (40).

Perihnya lagi, perselingkuhan ini diketahui ketika Dinda kepergok masuk salah satu hotel melati di Kramatwatu, Kabupaten Serang, Minggu (8/5), siang. Sontak kenyataan ini membuat emosi Deni meluap, sehingga keluar kalimat talak dari mulutnya. “Setelah saya telepon agar pulang, dia pulang. Sampai di rumah tidak saya marahi, tapi saya cerai dia dengan kalimat talak,” aku Deni.

Dinda sempat menolak, ia berkali-kali meminta maaf kepada Deni. Tapi pintu maaf Deni tertutup saat itu, dia terlalu marah lantaran sang istri janjian untuk satu kamar di sebuah hotel dengan mantan pacar. “Dia berkilah kalau bertemu di kamar hotel dengan mantannya itu untuk konsultasi. Lah, konsultasi apa yang dilakukan di kamar? Sama mantan lagi,” kesal Deni.

Selama 18 tahun pernikahan, lanjut Deni, hancur seketika akibat kejadian itu. Kini Dinda tinggal di rumah orangtuanya, ia angkat koper sehari setelah kejadian. “Karena tidak saya maafkan, Dinda pergi keesokan harinya. Dia tadinya ingin membawa anak-anak, tapi saya larang. Mau makan apa anak-anak kalau pergi dengan Dinda? Selama ini kan saya sumber nafkah keluarga,” katanya.

Oke oke Om, tarik napas dulu, sabar ya, sabar. Deni kemudian menceritakan kronologi terjadinya tragedi kamar hotel melati. Ini bermula ketika Dinda mengaku ingin pergi ke salon, Minggu (8/5), sekira pukul 09.00 WIB. Namun Dinda tidak pergi ke salon, melainkan pergi ke pinggir jalan dan mencari taksi. “Pergi dari rumah lalu naik taksi. Ngomongnya sih mau ke salon, tahunya bukan,” kata Deni.

Sial bagi Dinda, teman Deni melihat Dinda menyetop taksi. Kebetulan sang teman juga seorang sopir taksi, ia kemudian menelepon Deni mengapa tidak menggunakan jasanya. “Kata teman saya, ‘istri lo mau kemana? Mau pakai taksi kok enggak bilang-bilang’. Saya kan bingung, mau ke salon kok pakai taksi,” ujar Deni.

Dapat laporan itu, Deni lalu meminta jasa temannya untuk memata-matai Dinda. Sang sopir taksi menyanggupi, ia lalu mengikuti arah taksi yang disewa Dinda.

Beberapa menit kemudian, taksi yang digunakan Dinda berhenti di depan salah satu kampus di Ciceri, Kota Serang. Saat itulah, muncul seorang laki-laki yang kemudian ikut masuk ke dalam taksi. “Teman saya laporan lagi, ‘Bro, bini lo naikin cowok ke taksi’. Dapat laporan itu saya semakin curiga. Lalu saya bilang, pokoknya ikuti terus jangan sampai lepas,” ujarnya.

Lelaki itu tidak lain adalah Baher, sang mantan Dinda. Usai Baher masuk ke taksi yang sama, mobil itu lalu pergi ke arah Cilegon. Sampai di Kramatwatu, taksi itu masuk ke sebuah hotel melati, sekira pukul 10.25 WIB.

Sopir taksi teman Deni yang membuntuti, melihat Dinda dan Baher masuk hotel menggunakan masker. Tampaknya mereka tidak ingin dikenali oleh siapa pun, khususnya resepsionis dan penjaga hotel.

Kepada resepsionis, Baher memesan kamar standar dengan harga Rp250 ribu. Resepsionis kemudian memberikan kunci kamar nomor 104, Baher pesan kamar untuk disewa hingga pukul 14.00 WIB.

Teman Deni terus menguntit, ia melihat Dinda dan Baher masuk kamar kemudian melepas masker yang mereka pakai. Setelah itu, sang teman meminta kwitansi sewa kamar, ia foto, lalu dikirim ke ponsel Deni. “Saya minta ke teman saya, tolong fotoin dong. Lalu dia foto, dikirim ke saya,” jelasnya.

Melihat bukti otentik yang dikirim sang teman, emosi Deni meledak. Duarrrr!!. Ia langsung berkemas untuk pergi ke hotel itu guna menggerebek Dinda dan Baher. Sebelum pergi, Deni menghubungi ibu mertuanya. Ia memberitahukan sang mertua tentang apa yang tengah dilakukan Dinda. “Saya telepon ibu mertua dulu, lalu saya pergi,” katanya.

Sepertinya, sang mertua merasa kaget mendapat laporan dari mantu. Lantaran khawatir dengan keselamatan anaknya, ibu mertua menelepon Dinda agar segera keluar dari hotel. Karena itulah, sekira pukul 11.00 WIB, Dinda dan Baher tergesa-gesa keluar dari hotel. Mereka kembali menggunakan masker, lalu menyewa ojek menuju arah Kota Serang. “Baru saja sampai di jalan, teman saya yang standby di hotel bilang kalau istri sudah pergi pakai ojek. Karena itu saya balik lagi ke rumah,” aku Deni.

Sesampainya di rumah, Dinda mencoba minta maaf. Namun pintu maaf tertutup oleh Deni, bahkan ia mengeluarkan kalimat talak. “Saya terlalu sakit hati,” ujarnya.

Kepada Harian Radar Banten, Deni mengaku tidak habis pikir dengan pilihan Dinda. Ia telah berusaha memberikan kepuasan lahir batin, juga menjaga keluarga agar tetap sakinah mawadah warrahmah. “Saya kurang apa, uang jajan minimal Rp10 juta per bulan. Anak-anak saya sekolahkan dengan baik. Tapi kok dia tega menghancurkan perasaan saya dan anak-anak. Tidak bermoral, biadab,” kesalnya.

Apalagi, Baher yang hanyalah seorang tukang pengawal pengiriman kayu dari Lampung ke Jawa ini, adalah pria yang pernah menghancurkan hati Dinda. Berangkat dari itu pula, Deni telah berusaha untuk sukses guna membuktikan sesuatu kepada Baher. “Saya tahu Baher, dia menghancurkan hati istri saya dulu. Lalu saya berusaha jadi kaya raya, untuk membuktikan bahwa pilihan Dinda itu benar kepada saya, bukan ke Baher,” jelasnya.

Namun nyatanya, Baher tetap ditemui oleh Dinda. Karena itulah, dalam waktu dekat Deni akan meresmikan talaknya ke Pengadilan Agama Serang. “Dalam waktu dekat, saya akan datang ke PN Serang,” katanya. Duh, sabar ya Om. (Sigit/Radar Banten)