Ibnu Hamad

SERANG – Pakar politik yang juga dosen komunikasi politik Universitas Indonesia (UI), Ibnu Hamad, mengkritisi hasil survey terhadap bakal calon gubernur Banten yang dilakukan oleh lembaga survey Indobarometer.

Pada diskusi yang bertajuk Meneropong Banten 2017 di Hotel Le Dian, Kota Serang, Ibnu Hamad mengungkapkan, jumlah responden dalam survey tersebut masih jauh dari jumlah pemillih yang ada di Banten.

“Responden seperti dibilang hanya delapan ratus, sedangkan masyarakat di Banten? Jauh lebih banyak, jutaan,” ungkap Ibnu Hamad, Rabu (1/6/2016).

Selain itu, survey ini merupakan survey satu waktu dan pelaksanaan surveynya masih jauh dari masa kampanye dan penyelenggaraan Pilgub. Sehingga hasil survey masih bisa berubah. “Bicara survey, bicara terkait keimanan, sejauh mana keimanan kita terhadap hasil survey tersebut,” ujarnya.

Terkait jumlah penduduk, dari data yang diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, jumlah penduduk di Banten lebih dari sebelas juta jiwa. Sedangkan yang masuk kedalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten, sebanyak 8,6 juta orang.

Survey terhadap bakal calon gubernur Banten yang dilakukan lembaga survey Indobarometer pada 7 hingga 12 April 2016. Bakal calon gubernur yang disurvey adalah Dimyati Natakusumah, Ahmad Taufik Nuriman, Zaki Iskandar, Airin Rqachmy Diany, Andika Hazrumy, Anton Apriantono, Arif Wismansyah, Asmuji, Desi Ratna Sari, Eden Gunawan, Mulyadi Jayabaya, Rano Karno, Ranta Soeharta, Taufiquerahman Ruki, Tb Haerul Jaman, Tb Iman Ariyadi, Triana Sjamun, dan Wahidin Halim.

Respondennya 800 orang. Wawancara dilakukan dengan tatap muka dengan kuisioner Hasil survey melalui pertanyaan terbuka, dari seluruh calon menunjukan elektabilitas Rano Karno mendapatkan nilai tertinggi, disusul Wahidin Halim, dan Andika Hazrumy. (Bayu)