Paket Ganja di Gudang Jasa Pengiriman

0
1.335 views
Petugas Subdit III Ditresnarkoba Polda Banten berforto bersama dengan tiga pelaku dan barang bukti ganja saat tiba di halaman Mapolda Banten, Sabtu (7/3).

SERANG – Kantor drop point atau gudang penyimpanan paket salah satu perusahaan jasa pengiriman di Desa Laban, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, digerebek polisi, Sabtu (7/3) sore. Paket kiriman asal Medan berisi ganja seberat 2,1 kilogram berhasil diamankan polisi. 

Penggagalan penyelundupan paket narkoba itu awalnya terkait informasi penyalahgunaan sabu-sabu. Petugas Subdit III Ditresnarkoba Polda Banten lalu mengintai sosok Noval (25) di Kampung Laban, Desa Laban, Kecamatan Tirtayasa.

Setelah memastikan keberadaan Noval, polisi menggerebek kediamannya. Dari rumah yang juga dijadikan drop point perusahaan jasa pengiriman tersebut polisi menemukan paket berisi ganja.

“Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat kepada kami. Awalnya kami mendapat informasi kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Namun, saat penggeledahan di rumah pelaku (Noval-red) kami mendapatkan barang bukti narkoba jenis ganja,” kata Direktur Reserse Narkoba (Dir Resnarkoba) Polda Banten Komisaris Besar (Kombes) Polisi Yohanes Hernowo, Minggu (8/3).

Agar dapat mengelabui petugas, paket dibalut selotip bening dan ditutupi jaket berwarna kuning. Bal ganja itu kemudian dibungkus plastik warna merah muda. “Ganja tersebut ditemukan berkat kecurigaan petugas kita yang melakukan penggeledahan,” kata Yohanes.

Pada paket ganja seberat 2.108 gram itu tertulis nama Desy Ayu Nengsih sebagai penerima barang. Sementara pengirim paket tersebut seorang pria berinisial HV dari Medan. “Saat interogasi terhadap NL (Noval-red), narkoba tersebut diketahui milik LA (Lalang Ardiana-red). NL ini hanya dititipkan saja,” kata Yohanes.

Dari pengakuan Noval, polisi memburu Lalang Ardiana (23). Sabtu (7/3) malam, polisi mengamankan Lalang di pinggir jalan Kampung Tirtayasa, Desa Tirtayasa, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. “Pelaku yang kedua ini kita amankan saat akan mengambil barang (ganja-red). Dia (Lalang Ardiana-red) ditangkap di pinggir jalan Kampung Tirtayasa,” jelas Yohanes.

Pemuda asal Kampung Tirtyasa, Desa Tirtayasa, Kecamatan Tirtayasa ini mengaku ganja akan diserahkan kepada Fathurrahman alias Oman (25).

Nah, polisi memburu Oman ke rumahnya di Kampung Tirtyasa, Desa Tirtayasa, Kecamatan Tirtayasa. “Kita lakukan penangkapan sekira pukul 21.15 WIB,” ujar Yohanes.

Saat penggeledahan, polisi justru menemukan satu paket ukuran besar sabu-sabu. “Kita juga mengamankan dua unit ponsel yang dijadikan alat komunikasi dalam pengendalian narkoba tersebut,” kata Yohanes.

Diakui Oman, ganja tersebut dibeli seharga Rp20 juta lebih. Rencananya, ganja itu dijual dalam beberapa paket. “Rencananya akan dijual lagi. Namun belum sempat karena keburu diamankan oleh tim kita,” ucap Yohanes.

Hingga tadi malam, polisi masih memeriksa ketiga pemuda tersebut. Ketiganya dijerat Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 111 UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Untuk ancaman hukumannya pidananya maksimal hukuman mati dan sampai penjara seumur hidup,” tambah Kabid Humas Polda Banten Kombes Polisi Edy Sumardi Priadinata. (mg05/nda/ags)