PAN ‘Pede’ Lawan Petahana

0
982 views
Masrori

SERANG – Pilkada 2020 bukan hanya pertaruhan sejumlah partai besar, namun juga ajang pembuktian bagi partai papan tengah menjadi kuda hitam. Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi salah satu partai papan tengah yang paling progresif menyuarakan perubahan di empat daerah yang akan menggelar Pilkada 2020 di Provinsi Banten.

Sejak akhir 2019, PAN sudah menebar ancaman terhadap calon petahana, yaitu dengan gagasan membentuk koalisi perubahan. Sejumlah kader terbaik PAN bahkan langsung tampil percaya diri untuk menantang calon petahana di Pilkada 2020.

Ketua DPW PAN Provinsi Banten Masrori mengungkapkan, dalam waktu dekat koalisi perubahan akan terbentuk dan langsung dideklarasikan. “Kami sudah melakukan komunikasi politik yang intens dengan empat hingga lima pimpinan partai di Banten, untuk membangun koalisi perubahan. Semangat kita sama, mendorong perubahan di empat kabupaten kota yang menggelar pilkada,” kata Masrori kepada Radar Banten, kemarin.

Koalisi perubahan ini, lanjut Masrori, siap memberikan alternatif calon bupati/walikota untuk berkompetisi melawan petahana. “PAN sendiri telah menyiapkan kader terbaiknya untuk ditawarkan pada koalisi perubahan. Kami optimistis kader PAN bisa berjuang bersama partai koalisi,” tuturnya.

Mantan aktivis mahawiswa ini menambahkan, koalisi perubahan ini dibangun dengan partai-partai yang sudah memiliki kesepahaman dengan PAN. “Setiap parpol menyiapkan kader terbaiknya, nanti siapa yang paling diinginkan masyarakat untuk melawan petahana itu yang akan diusung koalisi,” tegasnya.

Di Pilkada Kabupaten Serang, Masrori mengaku dirinya mendapat dukungan dari internal PAN untuk maju sebagai calon bupati. Bahkan beberapa partai juga telah menyambut baik rencananya. “Saya telah ikut penjaringan bakal calon kepala daerah di sejumlah parpol yang membuka penjaringan. Sejauh ini komunikasinya nyambung. Dan gagasan PAN membentuk koalisi perubahan telah mendapat sambutan hangat untuk melawan calon petahana,” katanya.

Sementara di Pilkada Kota Cilegon, ada beberapa nama yang akan diusung menjadi calon walikota/wakil walikota. “Ada Ketua Fraksi PAN DPRD Banten Dede Rohana yang kita siapkan. Beliau tokoh muda yang meraih suara terbanyak saat Pemilu 2019 di Kota Cilegon. Tapi nanti kita putuskan setelah koalisi perubahan dideklarasikan,” ungkapnya.

Di Pilkada Pandeglang dan Tangsel, lanjut Masrori, sejumlah kader PAN juga banyak yang ikut penjaringan sebagai calon kandidat. “Kita percaya diri untuk melakukan perubahan, namun PAN tidak akan memaksakan diri karena tidak bisa mengusung calon sendiri tanpa koalisi,” bebernya.

Terkait keputusan DPP PAN, Masrori mengaku proses penjaringan di partainya telah rampung. Nama-nama bakal calon bupati/walikota telah diserahkan ke DPP. “Kami tinggal menunggu rekomendasi PAN, baik terkait penentuan nama maupun partai koalisi. Sejauh ini komunikasi yang intens dengan Gerindra, PKS dan sejumlah partai papan tengah lainnya,” ungkapnya.

Sementara bakal calon walikota Cilegon Dede Rohana mengaku, partainya tetap optimistis bisa menjadi penentu di Pilkada 2020. Kendati di Banten raihan suara PAN di Pemilu 2019 tidak masuk lima besar, namun partainya punya pengalaman bagus dalam menghadapi ajang pilkada di Banten. “Sebagai kader PAN, kami selalu optimistis dan percaya diri melakukan perubahan. Bahkan bila DPP menugaskan saya maju di Pilkada Cilegon, saya sudah siap mengemban amanah itu,” katanya.

Ketua Fraksi PAN DPRD Banten ini menambahkan, dirinya pun telah melakukan komunikasi politik dengan sejumlah tokoh di Kota Cilegon. “Pilkada 2020 akan banyak kejutan. Di Cilegon bahkan sudah banyak calon alternatif yang siap bersaing melawan calon petahanan (Ratu Ati), meskipun beliau saat ini hanya menjabat wakil walikota,” ujarnya.

Sementara Ketua Bappilu PAN Banten Ishak Sidik mengatakan, partainya akan membangun kekuatan besar bersama partai koalisi, untuk memenangkan Pilkada 2020. “Kita ingin bupati/walikota ke depan adalah tokoh baru yang bisa melakukan perubahan. Tentu ini perjuangan yang berat, butuh kerja ekstra,” katanya.

Selain mempercepat terbentuknya koalisi perubahan, pengurus DPW PAN akan mematuhi apapun keputusan DPP. “Spiritnya kita ingin melakukan perubahan dengan melawan calon petahana. Tapi sikap PAN Banten akan bergantung pada keputusan DPP,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengapresiasi hasil Pemilu 2019 di Provinsi Banten. Menurutnya, perolehan kursi PAN di Banten menjadi modal awal menghadapi Pilkada 2020.

“Hasil Pileg 2014, PAN hanya meraih tiga kursi di DPRD Banten sehingga gagal memiliki fraksi sendiri. Pemilu 2019, meraih 6 kursi sehingga PAN tidak perlu membentuk fraksi gabungan lagi,” kata Zulkifli saat berkunjung ke Banten akhir 2019 lalu.

Dengan raihan enam kursi di DPRD Banten, lanjut Zulkifli, PAN semakin optimis menatap perhelatan pilkada serentak 2020. “Terkait Pilkada 2020, saya menyerahkan sepenuhnya kepada DPW dan DPD PAN kabupaten kota yang menghadapi pilkada, terserah DPW saya ikut saja,” ujarnya. (den/alt/ags)