Pandeglang dan Lebak jadi Daerah Tertinggi Kasus Kekerasan Seksual Anak 2015

Net. ILUSTRASI
Net. ILUSTRASI

SERANG – Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten, Iip Syafruddin mengatakan, laporan kasus kekerasan seksual terhadap anak di Provinsi Banten selama tahun 2015 paling tinggi berasal dari Kabupaten Pandeglang dan Lebak. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Iip saat ditemui di kantor LPA Provinsi Banten, Ciwaru, Kota Serang, Senin (28/12/2015).

Menurut Iip, secara umum, kasus kekerasan terhadap anak meningkat pada tahun ini dibandingkan tahun 2014. Pada tahun 2014, kasus kejahatan pada anak sebanyak 272 kasus. Sedangkan pada tahun 2015 sebanyak 378 kasus. 57 persen dari total tersebut kasus kekerasan seksual. “Lebak dan Pandeglang paling banyak korban anak kekerasan seksual. Jumlah laporan sebanyak 156 kasus. Kasus tersebut spesifikasi daerah pinggiran. Pelakunya 80 persen yang dikenal oleh anak,” kata Iip.

Baca Juga : Sepanjang 2015, Kasus Kejahatan pada Anak di Banten Meningkat 50 Persen

Menurut Iip, kasus kekerasan seksual ini harus dicegah secara bersama karena peran pemerintah dan LPA saja tidak cukup dengan melihat pelaku kejahatannya adalah orang terdekat dari anak tersebut.

Terkait jumlah laporan berdasarkan jenis persoalan yang dihadapi anak ; anak yang berhadapan dengan hukum sebanyak 95 anak, anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan atau seksual sebanyak empat orang, korban penyalahgunaan Napza sebanyak delapan orang.

“Anak dengan HIV/Aids sebanyak empat orang, korban penculikan, perdagangan dan penjualan sebanyak lima orang, kekerasan fisik sebanyak 45 orang, korban kejahatan seksual 156 orang dan perlakuan salah dan penelantaran sebanyak 61 orang,” ujarnya. (Bayu)