Pandeglang Diproyeksikan Jadi Penghasil Kedelai Nasional

0
121
Bupati Irna Narulita (tengah) didampingi Dandim 0601 Pandeglang Letkol Inf Nur Heru Wibawa (tiga dari kiri) menanam bibit kedelai di Kampung Bengras, Desa Sukanegara, Kecamatan Carita, Jumat (6/10). FOTO: HUMAS FOR RADAR BANTEN

PANDEGLANG – Setelah berhasil menjadi lumbung jagung nasional, Kabupaten Pandeglang kembali diproyeksikan oleh pemerintah pusat sebagai daerah penghasil kedelai. Penunjukan itu dilakukan selain karena memiliki lahan yang sangat luas, Kabupaten Pandeglang juga kini telah menjadi penghasil kedelai terbesar se-Provinsi Banten.

Hal itu sebagaimana diakui Bupati Irna Narulita dalam sambutannya di acara pencanangan gerakan tanam kedelai tingkat nasional yang diselenggarakan di Kampung Bengras, Desa Sukanegara, Kecamatan Carita, Jumat (6/10). Hadir dalam acara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten Agus M Tauchid, Kepala Distan Kabupaten Pandeglang Budi Januardi, Kasubag TU Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Arif Muliawan, Dandim 0601 Pandeglang Letkol Inf Fitriana Nur Heru Wibawa, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mochamad Amri, Kepala Dinas Pariwisata Salman Sunardi, anggota DPRD Kabupaten Pandeglang Komisi II Nenti, dan tamu undangan lain.

Irna menyebutkan penunjukan itu merupakan hal positif sehingga harus segera direspons. Caranya, dengan memanfaatkan semua lahan tidur untuk ditanami kedelai sehingga program dari pemerintah pusat itu dapat terlaksana dengan baik. “Pandeglang merupakan daerah agraris dan banyak lahan-lahan tidur potensial yang sangat cocok untuk pengembangan kedelai. Apabila dimanfaatkan dengan baik, tentunya bisa meningkatkan prekonomian para petani sehingga swasembada kedelai nasional tahun 2018 akan terwujud,” katanya, kemarin.

Irna mengaku optimistis Kabupaten Pandeglang dapat menjadi salah satu daerah penyumplai kedelai tingkat nasional. Ia berjanji, segera memerintahkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk bergerak cepat agar target yang diberikan oleh pemerintah pusat dapat tercapai. “Akan kita lakukan semuanya dengan semaksimal mungkin. Karena, dengan adanya program itu, Kabupaten Pandeglang tentunya akan menjadi lumbung kedelai nasional dan akan menyuplai kebutuhan pangan tingkat Provinsi Banten, bahkan bisa menyuplai kebutuhan pangan nasional,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Distan Provinsi Banten Agus M Tauchid menceritakan alasan dipilihnya Kabupaten Pandeglang menjadi lumbung kedelai karena memiliki banyak lahan tidur yang bisa dimanfaatkan. “Pandeglang dipilih pusat untuk pencanangan gerakan tanam kedelai tingkat nasional. Karena dari 4.000 hektare lahan yang dibutuhkan oleh Provinsi Banten, sebanyak 3.000 hektarenya ada di Pandeglang. Begitu juga untuk tingkat nasional, dari 15.000 hektare lahan yang ditargetkan, 7.500 hektarenya ada di Kabupaten Pandeglang. Ini menunjukkan Pandeglang merupakan kontributor pangan terbesar tingkat provinsi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pemerintah pusat berencana akan melakukan moratorium (penghentian sementara) impor kedelai dari luar negeri di 2018. Artinya, kata dia, pemerintah pusat sedang fokus mengoptimalkan semua lahan yang ada agar bisa memenuhi kebutuhan kedelai nasional. “Kebutuhan kedelai kering di Provinsi Banten per hari sebanyak 171,5 ton atau sebanyak 62.558 ton per tahun. Memang, saat ini Kabupaten Pandeglang baru bisa menghasilkan kedelai 6.000 ton per tahun. Tetapi saya optimis kebutuhan itu dapat terpenuhi,” katanya. (Adib F/RBG)