Pandeglang Minim Gudang Penyimpanan Pangan

ilustrasi (foto: Istimewa)

PANDEGLANG – Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Pandeglang Mohamad Amri mengakui stok pangan di Pandeglang selalu mengalami kekurangan. Penyebab hal itu, kata dia, salah satunya karena minimnya gudang penyimpanan pangan di Pandeglang. Sehingga Pemkab tidak bisa menyimpan persediaan pangan dengan jumlah banyak.

Amri menerangkan, berdasarkan perhitungan jumlah penduduk dan luas wilayah, stok pangan untuk Kabupaten Pandeglang dalam satu tahun berjumlah 500 ton. Akan tetapi, setiap tahun Pemkab hanya mampu menyimpan stok pangan sebanyak 20 ton.

“Idealnya memang 500 ton, tetapi kita hanya bisa menyediakan dikisaran 20 ton. Memang jumlahnya sangat jauh sekali, tetapi memang kita hanya bisa memfasilitasinya segitu,” katanya kepada Radar Banten, Jumat (23/8).

Amri mengaku, stok pangan tersebut bisa dipergunakan apabila kondisi di Pandeglang masuk dalam kategori darurat pangan akibat kemarau, banjir bandang, maupun bencana lain yang menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan beras.

“Sejauh ini stok yang ada masih aman dan belum digunakan. Kalaupun digunakan, harus dalam keadaan darurat yang sifatnya berdampak terhadap kebutuhan masyarakat. Tetapi sejauh ini masih aman dan tidak ada hal yang mengkhawatirkan,” katanya.

Amri memastikan stok pangan yang tersedia saat ini cukup untuk satu tahun ke depan. Masyarakat tidak perlu khawatir kesulitan dalam mendapatkan beras.

“Kalaupun kurang, nanti bisa kita minta ke Bulog, karena memang kita bekerja sama dengan mereka dalam menyediakan pangan untuk masyarakat. Mudah-mudahan tidak ada hal terjadi ke depan, sehingga stok pangan kita tetap aman dan masyarakat juga tidak kesulitan untuk mendapatkannya,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Asda Bidang Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Indah Dinarsiani mengatakan, Pemkab Pandeglang telah menjalin kerja sama dengan semua pihak terkait dalam hal pengadaan pangan bagi masyarakat. Apabila terjadi krisis pangan, kata dia, Pemkab bisa langsung turun ke lapangan dan menyediakan stok pangan untuk masyarakat.

“Memang stok pangan kita kurang, tetapi kita sudah melakukan antisipasi apabila memang terjadi krisis pangan,” katanya. (dib/zis)