Pandeglang Selatan Zona Rawan Konflik di Pilgub Banten 2017

0
405 views
Banlih Pilgub

PANDEGLANG – Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pandeglang Nana Subhana mengatakan, daerah selatan Pandeglang merupakan daerah rawan konflik dalam pelaksanaan pemilihan gubernur (Pilgub) Banten mendatang. Oleh karena itu, daerah tersebut menjadi fokus pengawasan.

Upaya itu, lanjut Nana, agar Pilgub Banten 2017 dapat berjalan lancar dan aman. Terpilih gubernur sesuai harapan masyarakat. “Memang, kalau penetapan daerah rawan konflik masih daerah selatan. Seperti Kecamatan Menes dan Kecamatan Panimbang,” katanya kepada Radar Banten, Rabu (28/12).

Ia berharap, selain penyelenggara, setiap lembaga dan kalangan dari masyarakat ikut andil dalam menyukseskan pilgub. “Saya harap, semua anggota Panwas dari kabupaten sampai PPL (pengawas pemilu lapangan), tetap fokus menangani kemungkinan terjadinya pelanggaran pemilih di wilayah rawan konflik sesuai tugas masing masing,” katanya.

Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pandeglang Ahmad Suja’i memastikan, tidak akan terjadi konflik di Pandeglang. Meski sudah ditetapkan sebagai daerah rawan konflik, pada pelaksanaannya pilgub akan berjalan lancar. “Pengalaman Pilkada 2015 lalu, seperti Menes dan Panimbang memang ditetapkan zona merah, akan tetapi buktinya tidak ada kejadian pelanggaran,” katanya.

Suja’i meyakinkan, tidak ada ruang untuk penyelenggara dalam melakukan kecurangan. Soalnya, usai penghitungan, laporan, akan langsung diterima. Ditambah ada bukti foto hasil rekapitulasi hasil perolehan suara. “Memang, kalau daerah selatan secara ekonomi menengah ke bawah, politik uang bisa saja terjadi. Akan tetapi, potensi kecurangan yang akan dilakukan penyelenggara tidak mungkin. Selain mereka kerja secara profesional, juga tidak akan ada ruang untuk mengubah hasil perolehan. Bukan hanya itu, kami pun akan bergerak cepat melakukan copying form rekapitulasi hasil penghitungan suara,” katanya. (Herman/Radar Banten)