Pandemi Covid-19 Bukan Halangan Raih Prestasi

0
1413
Salah seorang anggota PSM Gita Tirtayasa Untirta saat proses rekemanan untuk mempersiapkan diri di ajang The 2nd World Virtual Choir Festival 2020 kategori Folklore beberapa waktu lalu.

PSM Gita Tirtayasa Raih Medali Emas di Ajang Internasional

Pandemi Covid-19 tak menjadi halangan bagi Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Gita Tirtayasa Untirta meraih prestasi di ajang internasional. PSM Gita Tirtayasa meraih medali emas di The 2nd World Virtual Choir Festival 2020 kategori Folklore.

FAUZAN DARDIRI – Serang

Sebanyak 35 anggota PSM Gita Tirtayasa membuktikan diri mampu meraih medali emas dalam ajang The 2nd World Virtual Choir Festival 2020 yang diselenggarakan Bandung Choral Society yang diikuti 15 peserta dari berbagai negara berbasis virtual.

Adaptasi di masa pandemi Covid-19 membuat semua peserta belajar penuh keterbatasan. Tak bertatap muka langsung saat latihan tak membuat halangan. Terbukti, dua bulan persiapan, latihan, dengan tag audio, perpaduan sofran, alto, tenor dan bass.

Aransemen lokal dan internasional menjadi perpaduan namun tidak menghilangkan kekhasan lagu daerah Kota Cilegon berbalut iringan musik dan gerakan panduan suara menjadi apik dan enak dinikmati.

Perpaduan unik didaftarkan pelatih PSM Gita Tirtayasa pada November dan ditayangkan panitia melalui chanel YouTube 1 Desember 2020. Kemudian diumumkan panitia pada Senin 7 Desember 2020.

Sejak September, ke-35 mahasiswa terbaik dari berbagai fakultas di Untirta itu berlatih di rumah masing-masing dengan mengandalkan alat rekaman handphone, mengaransemen lagu daerah Kota Cilegon berjudul Surantang-Surinting ciptaan Toton Gerintul dan Dudi Adam.

Bahagia dan senang tak bisa ditutupi. Buah perjalanan selama dua bulan membuahkan hasil. Terlebih, pada ajang internasional di tengah kondisi pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap mental peserta lomba.

“Senang banget. Ini standar internasional, baru ini ketemu momen. Makanya kita maksimalkan,” ujar Silviana Saleh, pengurus PSM Gita Tirtayasa Untirta, saat berbincang dengan Radar Banten, kemarin.

Persiapan latihan, perlengkapan dilakukan selama sepekan. Berkat kekompakan dan kebersamaan akhirnya bisa dilakukan dengan maksimal. Terlebih pernah mengikuti lomba serupa di tingkat lokal dengan lagu dan aransemen yang sama. “Kita pernah ikut di Kota Serang, dua peserta paduan suara kita juara dua. Karena enggak choir banget. Tapi, sekarang malah juara umum,” kata mahasiswa Fakultas Hukum.

Pembina dan pelatih PSM Gita Tirtayasa Untirta Vicky Achmad Pengaba mengatakan, perpaduan suara di tengah pandemi memang sulit. Dihadapkan dengan berkegiatan secara online. “Ini bukti di tengah pandemi kita bukan berarti paduan suara harus berhenti berkegiatan,” katanya.

Alumni Untirta itu mengatakan, PSM Gita Tirtayasa berhasil meraih nilai 84,75 dan masuk dalam kategori Folklore dan mendapatkan medali emas bersama dengan Resound Philippines dari Quezon City, dan Maranatha Cristian University Choir dari Bandung, Jawa Barat, dan empat peserta lain. “Kami meraih medali emas dalam kategori Folklore membawakan lagu daerah Kota Cilegon Surantang-Surinting,” katanya.

Kata dia, kompetisi melalui virtual menjadi tantangan karena harus berlatih cukup lama. Tantangan latihan virtual itu sangat lama, tiap proses tidak bisa latihan bersama melainkan perorangan. “Dari kerja keras itu kami bersyukur bisa meraih hasil terbaik,” katanya.

“Harapan kedepan untuk anggota PSM Gita Tirtayasa, semoga prestasi ini bisa memotivasi untuk terus berproses dan berkesenian lebih giat,” tambah Vicky.

Dihubungi terpisah, Rektor Untirta Prof. Dr. Fatah Sulaiman bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih PSM Gita Tirtayasa yang dibina oleh alumni Untirta. “Saya bersyukur dan bangga atas prestasi tahun ini bisa meraih penghargaan tingkat internasional. Ini sebagai bukti bahwa Untirta terus bergerak menuju Untira Jawara. Saya berharap, semua unit kegiatan mahasiswa terus mengasah kreatifitas dan inovasi untuk berkarya bagi Indonesia,” pungkasnya. (*)