Pandemi Covid-19, Jasa Raharja Banten Klaim Santunan Kecelakaan Turun

0
6.424 views

SERANG – Pandemi Covid-19 juga berimbas pada klaim santunan kecelakaan kerja dan Iuran Wajib Kendaraan Bermotor Umum (IWKBU) di Provinsi Banten.

Kepala Jasa Raharja Cabang Banten Dodi Apriansyah mengungkapkan, klaim santunan tahun 2020 sejak Januari sampai Mei turun drastis hingga 62 persen. “Penurunan drastis terjadi pada April dan Mei,” ungkap Dodi saat berbincang-bincang dengan Radar Banten, Kamis (25/6) lalu.

Dodi menyebutkan, pembayaran klaim tahun 2020 dari Januari hingga 31 Mei sebesar Rp26.189.053.280. “Santunan menurun karena angka kecelakaan turun. Tapi tingkat vatalitasnya cukup tinggi. Angka kecelakaan turun dengan korban meninggal dunia banyak. Mayoritas korban kendaraan roda dua,” jelas Dodi.

Sementara untuk Iuran Wajib Kendaraan Bermotor Umum (IWKBU), kata Dodi, menurun hingga 70 persen karena angkutan penyeberangan laut dan angkutan umum (bus) selama pandemi tidak beroperasi. Seperti sejumlah perusahaan otobus tidak membayar IWKBU karena berhenti beroperasi. “Kami ada perjanjian kerja sama dengan perusahaan otobus. Mereka membayar iuran sesuai dengan jumlah kendaraan yang beroperasi. Penurunan iuran ini terjadi sejak Januari,” ungkap Dodi.

Dia memprediksi penyerapan akan pulih kembali hingga 70 persen pada triwulan ketiga dan 80 persen pada triwulan empat. “Pulih sampai 100 persen rasanya sulit karena tingkat perekonomian masyarakat juga belum membaik,” ungkapnya.

Jasa Raharja Banten, lanjut dia, terus berkordinasi dengan Ditlantas Polda Banten dan Polda Metro Jakarta, dengan Pemprov Banten untuk meningkatkan pendapatan iuran. Langkah yang dilakukan seperti kembali membuka gerai Samsat dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Kepala Bagian Operasional Jasa Raharja Banten Benyamin Bob Panjaitan merasa prihatin dengan vatalitas kecelakaan lalu lintas yang masih tinggi. Dia mengimbau warga Banten untuk berhati hati dan memematuhi aturan lalu lintas saat berkendara. (aas)