Pandemi Covid-19, Sektor Ekonomi, Kesehatan dan Keamanan Harus Berjalan Simultan

Para narasumber foto bersama usai menggelar diskusi di Kampung Rimbun, Tangsel, Jumat (7/8) lalu.

SERPONG – Tangsel Connection (TaCo) menginisiasi kegiatan workshop ekonomi bertema ‘Membangkitkan Ekonomi Tangsel di Tengah Pandemi Covid-19’. Kegiatan dihelat di Kampung Rimbun, Jumat (7/8) lalu. Acara yang dipandu moderator Elvita dan Djaka Badranaya itu menghadirkan sejumlah narasumber.

Mereka di antaranya dr Maya Mardiana (Kadisperindag), Dadang Sopyan (Kadis Pariwisata). Chaerudin (Kalaks BPBD). Sementara, Kadinkes dan Bappeda diwakili Kabid. Acara dibuka Asda 3 Teddy Meiyadi (Asda 3) yang mewakili Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie. Hadir pula, wakil ketua DPRD Tangsel Iwan Rahayu.

Dalam sambutannya, Ketua TaCo Hartono Warsito mengatakan, dirinya menerima banyak keluhan dari sejumlah elemen masyarakat terkait imbas pandemi covid-19. Makanya, TaCo berinisiatif mempertemukan unsur pemerintah dan para pelaku usaha di Tangsel.

“Agar tidak terus berlarut dan makin terpuruk harus ada solusi. Silakan nanti disampaikan terkait keluhan tersebut,” kata pria berkumis tebal ini.

Kasat Intelkam Polres Tangsel AKP Mulabona yang mewakili Kapolres Tangsel mengatakan dampak covid-19 sangat signifikan. Bukan hanya berdampak dalam sektor kesehatan dan ekonomi tapi juga berdampak pada keamanan.

“Oleh karena itu kesehatan, ekonomi dan keamanan harus berjalan linear di tengah pandemi covid. Alhamdulillah, di Tangsel tingkat kriminalitas rendah. Tapi kalau di daerah lain, kerap terjadi bentrok ormas gara-gara rebutan lapak. Ini tak lepas dari imbas covid. Mudah-mudahan selepas workshop ada sesuatu yang menjadi solutif,” tutur pria berambut gndrong ini.

Hal senada disampaikan Asda 3 Teddy Meiyadi. Sambil berseloroh dia mengatakan, “cuma di saat pandemi covid inilah, orang negatif bilang alhamdulillah”. Ditambahkan Teddy, tak ada pemimpin yang kuasa melawan covid. Bahkan termasuk Donald Trumph sekalipun. Teddy mengaku setuju jika sektor ekonomi, kesehatan dan keamanan harus berjalan simultan.

Sementara, Buwana yang mewakili Kepala Bappeda mengatakan untuk membangkitkan sektor ekonomi di tengah pandemi, pemerintah menitikberatkan pada sektor UMKM di samping penguatan sektor kesehatan dan tekanan kondisi keuangan.

Sementara, Kadisperindag dr Maya Mardiana mengaku siap mendorong penguatan perdagangan dan jasa di masa pandemi ini. Dia menceritakan pelonggaran di sektor usaha mulai dilakukan sejak PSBB memasuki tahap enam. “Dilonggarkan dengan tetap menerapkan protokol covid-19 tentunya,” kata dr Maya.

Di akhir acara, semua pihak bersepakat agar perekonomian terus menggeliat, perlu ada langkah melonggarkan sektor usaha dengan tidak mengabaikan protokol covid-19. (asp)