Panglima TNI: Indonesia Bagaikan Gadis Seksi

0
107
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menerima cenderamata berupa golok, saat mengisi Orasi Kebangsaan P2Strategik di kampus Unsera, Kota Serang, Kamis (14/9).

SERANG – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan orasi kebangsaan di hadapan 1.500 mahasiswa baru Universitas Serang Raya (Unsera), sivitas akademika, veteran, ulama dan mitra kerja Unsera, di kampus Unsera, Takatakan, Kota Serang, Kamis (14/9).

Dalam orasi kebangsaan bertema ‘Tantangan dan Peluang Menjadi Bangsa Pemenang dalam Kompetisi Global’, Panglima mengingatkan agar meningkatkan kewaspadaan. “Kompetisi global harus waspada. Suatu saat ketersediaan pangan akan lebih sedikit dari jumlah penduduk,” paparnya, Kamis (14/9).

Menurut Panglima, Indonesia bagaikan gadis seksi. Suatu saat nanti negara pertiwi ini akan dilirik oleh penduduk dunia yang jumlahnya meningkat setiap tahun. Bahayanya negara-negara lain akan mencari sumber pangan ke Indonesia. “Tren sekarang, perang berlatar belakang energi sangat dikhawatirkan. Ke depan yang berubah sekaligus lebih berbahaya yakni perang berlatar belakang pangan, tumbuh-tumbuhan, dan hasil bumi,” ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, lanjut dia, meningkatnya jumlah populasi penduduk yang berlebih, hasil bumi berkurang dan gaya hidup manusia berubah. Kata dia, ancaman krisis energi diikuti dengan depresi ekonomi akan meningkatkan kejahatan dan konflik sosial. “Kompetisi global ini perlu dicermati betul, sebagai salah satu ancaman nyata kehidupan ke depan,” ucapnya.

Karena itu, ia mengungkapkan, kekayaan Indonesia akan membuat iri negara lain. Kekayaan sumber daya alam justru akan menjadi petaka terhadap Indonesia bila tidak mempersiapkan dari sekarang.

“Kita masih punya solusi, modal peran pemuda sangat signifikan. Kebangkitan nasional pemuda pemudi bersatu dan selanjutnya bertekad berjuang mempertahankan NKRI sebagai pejuang yang menyatukan dan punya keberanian,” ucapnya.

Dijelaskan, dalam sejarah Negata Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pernah dijajah 300 tahun lebih. Oleh sebabnya sebagai penikmat kemerdekaan harus menjaga keutuahan Indonesia beserta isinya.

“Kita masih satu. Indonesia dengan segala kemajemukannya tetap utuh karena kita punya Pancasila. Jangan ragu, tetap bersatu, lakukan perjuangan, percaya pada kemampuan diri sendiri, ” tuturnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).