Pantai Caringin Dirasa Tak Menguntungkan Pemda

Pantai Caringin
Sejumlah motor pengunjung terparkir di Pantai Caringin, Kecamatan Labuan, kemarin. (Foto: Herman)

LABUAN – Geliat pariwisata di Pantai Caringin dirasakan sangat tidak menguntungkan bagi pemerintah daerah. Soalnya, meski kerap didatangi pengunjung di setiap libur akhir pekan, tetapi kontribusi yang masuk tidak ada. Padahal, Pemkab sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir, berkewajiban menjaga bumi dan air di kawasan tersebut.

Terkait itu, sejumlah pengunjung yang notabene wisatawan lokal pun mengeluhkan kondisi itu. Karena setiap masuk ke arena itu selalu diminta biaya sebesar Rp3.000 sampai Rp5.000 per orang yang dilakukan oleh orang yang mengaku pengelola. “Kami hanya menyesalkan biaya karcis yang begitu besar, tetapi tak jelas uangnya ke mana. Soalnya, tempat ini tidak ada izin sebagai tempat wisata pantai dari Pemkab Pandeglang,” kata Suhendi, wisatawan asal Desa Caringin, Minggu (28/2/2016) seperti dilansir Harian Radar Banten.

Ia meminta, Pantai Caringin dikelola dengan baik, agar bisa menjadi andalan Pemkab. “Saya harap Pemkab Pandeglang melakukan pembenahan pengelolaan pantai, baik pantai yang ada di tanah Pemkab maupun pantai di tanah milik masyarakat,” katanya.

Dihubungi melalui telepon seluler, Camat Labuan Deny Subrata mengatakan, ke depan perlu ada aturan yang mengikat dari Pemkab Pandeglang terkait pengelolaan pantai. Itu penting agar pantai tersebut bisa dikelola dengan baik. “Memang dari dahulu sudah kami sampaikan, mungkin perlahan-lahan akan dibenahi oleh Pemkab Pandeglang,” katanya. (RB/mg-05/zis/ags)