Pantai Gratis di Puloampel: ‘Berhias’ Tongkang, Pengunjung Tetap Ramai

Pengunjung berenang di bibir pantai dengan pemandangan tongkang di Pantai KRU Salira Indah, Kecamatan Puloampel, Rabu (20/6).

Bagi warga yang ingin menikmati wisata pantai secara gratis, bisa berkunjung ke wilayah pesisir di Kecamatan Puloampel. Tepatnya di Kampung Salira Tengah, Desa Salira Indah, terdapat wisata bahari tanpa pengelola yang lebih dikenal oleh warga setempat dengan sebutan Pantai KRU Salira Indah.

ADI MULYADI – PULOAMPEL

Sekira tiga kilometer jarak Pantai KRU Salira Indah dengan kantor Camat Puloampel. Rabu (20/6), pukul 09.00 WIB, Radar Banten berkesempatan untuk mengunjungi wisata bahari untuk sekadar menikmati pemandangan alam di sana. Sepintas suasananya tidak jauh beda dengan wisata pantai di kawasan objek wisata Anyar-Cinangka yang menjadi unggulan Kabupaten Serang. Pantai ramai pengunjung. Hanya saja, pemandangan sedikit berbeda dengan wisata pantai biasa. Di lokasi banyak tongkang pengangkut batu bara. Hal itu lantaran pantai bersebelahan dengan PLTU. Meski begitu, kondisi itu tak menyurutkan antusias wisatawan untuk menikmati pantai.

Mulai dikenalnya Pantai KRU Salira Indah setelah Pantai Salira Indah dan Pantai Kelapa Tujuh tak jauh dari lokasi tidak lagi dioperasikan. Karena itu, pengunjung pun bergeser memilih Pantai KRU Salira Indah. Pengunjung yang datang tidak hanya warga sekitar, tetapi juga dari luar daerah seperti Balaraja, Tangerang. Hanya saja, tidak ada penjagaan dan pengamanan di sekitar pantai. Kabarnya, Pantai KRU Salira Indah kerap dijadikan tempat liburan alternatif warga setempat setiap akhir pekan. Selama libur Lebaran, kunjungan wisatawan dikabarkan membeludak.

Menurut Andi, penjual kopi di sekitar Pantai KRU, pantai tersebut milik perorangan. Lantaran tidak ada yang mengurus dan tidak pernah dimanfaatkan pemilik lahan, untuk sementara lokasi pantai dijadikan tempat wisata alternatif warga sekitar. “Pantai ini sudah lama ada, yang punya orang Jakarta. Tapi, di sini (pantai-red) ada yang jaganya kok,” ucapnya.

Kata dia, selama libur panjang, Pantai KRU kerap dikunjungi wisatawan dari luar Serang dan Cilegon. Sebelumnya, warga lebih mengenal Pantai Salira Indah dan Pantai Kelapa Tujuh yang lokasinya berada di dua sisi Pantai KRU. “Karena kedua pantai itu (Pantai Salira Indah dan Pantai Kepala Tujuh-red) sudah tidak ada, akhirnya mampir ke sini (Pantai KRU-red),” terangnya.

Ia memastikan, tidak ada pungutan biaya sepeser pun baik terhadap pengunjung maupun pedagang di Pantai KRU. Namun, diakui Andi, pemandangan di Pantai KRU tidak seindah wisata pantai yang dikenai tarif biaya. “Pemandangannya hanya tongkang pengangkut batu bara doang,” tukasnya tersenyum.

Di tempat yang sama, Madsari, pengunjung asal Serang ini mengaku tidak ada pilihan lain untuk berwisata selain ke Pantai KRU karena bisa menikmati alam sepuasnya secara gratis. “Kalau ke Pantai Anyar kan harus bayar,” ujarnya.

Madsari mengaku, datang bersama rombongan untuk menikmati Pantai KRU. “Di sini (Pantai KRU-red) kan tidak dipungut bayaran. Keamanan memang tidak ada, tapi sama sajalah dengan pantai lainnya,” tukasnya. (*)