Panwaslu Kota Serang: Praktik Money Politic Masih Nihil

Banlih Pilgub

SERANG – Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Serang Rudi Hartono mengatakan, selama masa pencoblosan sampai saat ini, pihaknya belum menemukan pelanggaran berat money politic atau praktik politik uang di Kota Serang, seperti pemberian barang atau uang. Kendati pencoblosan sudah selesai, Panwaslu masih terus mengawasi jalannya penghitungan surat suara dan menindak laporan dari warga Kota Serang.

“Adapun pelanggaran yang kami temukan di Kecamatan Curug. Di sana warga mendapatkan ikan bandeng yang diberikan (oknum) warga. Namun kami kesulitan, ikan bandeng yang dibagikan itu dari pihak siapa, kita enggak menemukan bukti kuat. Dan saat ditanya, warga tersebut juga tidak menyebutkan (ikan) bandeng tersebut berasal dari siapa. Katanya, ikan tersebut buat bancakan di kampung tersebut. Dan ini yang sedang kami telusuri,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/2).

Rudi menjelaskan, penemuan ikan tersebut merupakan hal biasa di masyarakat. Apa lagi ikan tersebut dimasak bersama-sama warga. Dan Panwaslu sulit membuktikanya. Sejauh ini masyarakat Kota Serang sudah dewasa. Jadi Panwaslu tidak menemukan pelanggaran krusial terkait praktik money politic.

“Adapun kita juga menemukan pelanggaran-pelanggaran ringan, pelanggaran yang sifatnya administratif. Contoh TPS tidak memasang DPT di beberapa TPS. Dan kita tegur langsung. Kemudian terlambatnya beberapa saksi yang datang, dan juga telat membuka TPS seharuanya jam tujuh namun dibuka jam delapan. Ya seperti itu lah yang banyak ditemukan. Jadi sejauh ini masih aman. Namun kami juga tetap terus terima laporan jika ada warga yang melapor ke kami,” ungkapnya. (Ade F)