Panwaslu Kota Tangerang Bahas 18 Laporan Pelanggaran Pilgub

0
469 views
Ilustrasi.

TANGERANG – Panwaslu Kota Tangerang menerima 18 laporan dugaan pelanggaran pada Pilgub Banten. Tujuh laporan sedang dalam tahap finalisasi, sementara sisanya sedang dalam proses pencarian bukti, dan pemanggilan saksi.

Ketua Panwaslu Kota Tangerang Agus Muslim menjelaskan, 18 laporan tersebut seluruhnya berasal dari tim pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Rano Karno-Embay Mulya Syarief. ”Sedang penguatan beberapa masukan dari tim kami, sampai hari ini belum selesai dibahas. Beberapa kajian betul betul dimaksimalkan,” kata Agus Muslim di Sekretariat Panwaslu Jalan Ki Samaun, Kamis (23/2).

Meski begitu, Agus belum mau menyebutkan laporan yang masuk tersebut ada indikasi pelanggaran dalam pilgub. ”Kita belum bisa sampaikan, karena ini masih dalam rapat pleno. Setelah selesai baru kita sampaikan,” terangnya. Menurut Agus, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi, pelapor maupun terlapor untuk penguatan dalam memproses setiap laporan dugaan pelanggaran yang masuk. Seperti laporan yang masuk pada 18 Februari dengan Nomor 04/PIL/GWB/II2017.

”Setiap laporan kami catat sesuai dengan nomornya. Agar proses ini benar-benar sesuai peraturan dan perundangundangan, supaya tidak salah dalam bersikap,” imbuhnya.

Beberapa laporan yang diproses di antaranya soal adanya pemilih yang mencoblos menggunakan surat keterangan (suket) palsu yang tersebar secara masif di TPS-TPS di Kota Tangerang. Sementara itu, di Kabupaten Tangerang, Panwaslu setempat menerima tiga laporan pelanggaran sejak Oktober 2016 lalu. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan Pileg dan Pilpres yang mencapai 39 pelanggaran. Motifnya meliputi kesalahan prosedur pemungutan suara dan keterlibatan aparat sipil negara (ASN).

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar-lembaga Zulkifli mengatakan dari tiga laporan yang paling disorot adalah pemungutan suara ulang (PSU) di Kecamatan Teluknaga dan praktik money politics di Desa Sampora, Kecamatan Cisauk. ”Jumlahnya memang sedikit, tapi daya resistensinya luar biasa. Saya melihat ada partisipasi politik yang lebih intens dilakukan oleh warga lewat laporan-laporannya ke kami,” katanya. (Hen/Radar Banten)