Para Pelajar Ini Kaget, Instruktur Senamnya Warga Binaan Rutan

LEBAK – Ratusan pelajar SMAN 1 Rangkasbitung ini tidak mengira bahwa instruktur senamnya adalah para warga binaan Rutan Kelas IIB Rangkasbitung, yang memimpin senam Body Combat saat mengunjungi sekolah yang berada di Jalan RT. Hadiwinangun, Jumat (8/9).

Kegiatan ini dalam rangka Prison Goes to School yang diadakan Rutan Rangkasbitung, untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap tahanan, yang pada umumnya menilai para tahanan tidak baik dan menakutkan.

Dikatakan Kepala Rutan Sigit Budiyanto, awalnya para pelajar tidak mengetahui bahwa instruktur senam tersebut adalah warga binaan Rutan Rangkasbitung, namun setelah diberitahu para pelajar terkesima dan kaget setelah mengetahui instruktur senam adalah seorang tahanan lapas.

“Para pelajar kaget, setelah saya beritahu bahwa yang memimpin senam adalah tahanan. Makanya kita perlu mengubah pandangan yang menilai bahwa warga tahanan itu orang yang menakutkan atau tidak mempunyai keterampilan. Di sini mereka dibina seperti di bidang seni, olahraga, keagamaan dan keterampilan lainnya. Sehingga warga binaan menjadi orang yang berpotensi dan produktif, dan ketika keluar mereka mempunyai kemampuan nantinya,” katanya.

Salah satu siswa, Zofara Mubarok merasa kagum dengan tahanan lapas Rutan Rangkasbitung, karena mereka dibekali kemampuan dan keterampilan yang positif, apalagi mendengar mereka juga dibina dalam bidang keagamaan.

“Saya tidak mengira bahwa instruktur senam adalah warga binaan rutan, karena tidak terlihat jikalau mereka tahanan lapas. Dan saya kaget mereka sangat lihai dalam melakukan gerakan senam. Kagum saja dengan mereka, apalagi mereka juga dibekali pengetahuan dalam agama,” ujarnya di sela-sela mengikuti senam Body Combat.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Rangkasbitung Iva Havidania mengatakan kehadiran warga binaan tersebut sekaligus menambah kemitraan sekolah, yang sebelumnya juga kerap didatangi unsur kepolisian, kejaksaan dan unsur lainnya. Sekarang giliran pihak Rutan Rangkasbitung yang mengunjungi anak didiknya.

“Tentu saja ini pengalaman baru untuk anak didik saya, sekaligus memahami jika warga tahanan itu tidak begitu menakutkan dan tidak baik. Karena ternyata mereka dibina di dalam lapas, sehingga mempunyai kemampuan dan keahlian dalam bidang yang positif,” katanya. (Omat/twokhe@gmail.com)