Para Sopir Bus Labuan-Jakarta Dinyatakan Bebas Narkoba

0
960 views
TES URINE: Petugas BNN melakukan tes urine terhadap puluhan sopir bus di Terminal Labuan, kemarin. Tindakan itu dilakukan guna mengantisipasi adanya sopir yang menggunakan narkoba saat mengendara. FOTO: ADIB/RADAR BANTEN

PANDEGLANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten melakukan tes urine kepada puluhan sopir bus antarkota-antarprovinsi (AKAP) di Terminal Labuan, Kamis (15/6). Hasilnya, dari 23 sopir yang diperiksa, semuanya dinyatakan negatif atau bebas dari narkoba.

Kepala Seksi (Kasi) Intel BNN Provinsi Banten Yaya Suriyadijaya mengatakan, tes urine yang dilakukan instansinya guna mencegah adanya sopir bus yang menggunakan narkoba. “Ini kami lakukan agar para sopir ini tidak mengonsumsi narkoba. Selain itu, pemeriksaan ini juga dalam rangka memberikan rasa aman kepada para pemudik,” katanya, kemarin.

Dia menjelaskan, ada beberapa hal yang bisa terjadi apabila sopir bus mengonsumsi narkoba, di antaranya kecelakaan lalu lintas karena tidak fokus ketika menjalankan kendaraan. “Bahaya kalau sopir bus sudah menggunakan narkoba, karena bisa mengancam keselamatan para penumpang. Beruntung hasil tes yang kita lakukan semuanya negatif atau tidak ada yang terlibat narkoba,” katanya.

Ditanya soal peredaran narkoba di Kabupaten Pandeglang, dia menjelaskan bahwa beredarnya narkoba jenis ganja dan sabu di wilayah Kabupaten Pandeglang dipasok oleh bandar dari wilayah Kabupaten Serang dan Kota Cilegon. “Dari hasil penangkapan yang kami lakukan beberapa waktu lalu, barang itu didapat dari wilayah Serang dan Cilegon,” katanya.

Dia menjelaskan, pola penyebaran narkoba di wilayah Pandeglang melalui jalur darat dan laut, yakni melalui pelabuhan tikus, khususnya yang ada di wilayah Kecamatan Sumur. “Kecamatan Sumur kita awasi secara ketat karena di sana kerap dijadikan sebagai transaksi dan penyebaran narkoba. Selain itu, kita juga mengawasi semua lapas di Provinsi Banten karena besar kemungkinan peredaran narkoba itu dilakukan di sana,” katanya.

Di tempat yang sama, Penyidik Madya Direktorat Reserse Narkoba (Ditnarkoba) Polda Banten AKBP Sopian Girsang mengatakan hal senada. Kata dia, Kabupaten Pandeglang merupakan daerah penyebaran narkoba, terutama di Kecamatan Sumur. “Polanya itu para pelaku membawa narkoba dari Sumatera ke Pandeglang. Di sini (Pandeglang-red) barang itu kemudian di jual kepada pengguna,” katanya.

Sopian mengaku, Polda Banten sedang fokus melakukan pemberantasan narkoba jaringan lapas. Oleh karena itu, dalam waktu dekat instansinya bakal melakukan pemeriksaan terhadap semua rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas) se-Banten. “Fokus kita adalah menangkap para pelaku jaringan lapas, karena sekarang banyak pelaku yang mengendalikan narkoba di dalam lapas atau rutan,” katanya. (Adib F/RBG)