Paralayang Banten Raih Medali Emas di Kejurnas Paralayang

Atlet paralayang Banten Irvan Winarya pada Kejurnas Troi Seri I 2017 di Gunung Panten, Majalengka, Jawa Barat, Minggu (16/4) sore.

SERANG – Tim paralayang Banten sukses meraih medali emas pada Kejurnas Paralayang Pragliding Trip of Indonesia (Troi) Seri I 2017. Medali emas diraih Irvan Winarya pada lomba yang dilangsungkan di Gunung Panten, Majalengka, Jawa Barat, Minggu (16/4) sore. Irvan bertengger di peringkat pertama dengan pon lima dari 36 peserta se-Indonesia.

Prestasi ini sekaligus sebagai penawar kegagalan tim paralayang Banten meraih medali pada KASAU Cup 2017 beberapa waktu. Tidak itu saja, medali emas ini juga mempertegaskan kelayakan tim paralayang Banten meraih medali emas pada PON XIX Jawa Barat 2016.

Kepala Pelatih Paralayang Banten Anwar Permana mengatakan, prestasi di Majalengka ini menunjukkan kembalinya atlet paralayang Banten ke performa terbaik. “Kami akui beberapa waktu lalu penampilan anak-anak sempat menurun. Puncak penurunan performa terjadi di KASAU Cup. Semua atlet kami tidak tampil seperti biasanya. Terlihat sekali seperti tidak memiliki semangat juang. tetapi sekarang anak-anak sudah pulih dan mampu tampil maksimal. Alhamdulillah, ini semua akan menjadi titik balik peningkatan prestasi ke depan,” kata Anwar kepada Radar Banten, Minggu (16/4) sore.

Anwar menambahkan, peningkatan performa tidak hanya terjadi kepada Irvan saja, tetapi juga terhadap Risman Supriyadi (peraih medali emas PON) yang di KASAU Cup finis peringkat 41 dan Aris Afriansyah (pelatnas). Meski keduanya gagal naik podium, tetapi ia menilai kualitas Risman dan Aris terus membaik.

“Penampilan Risman sempat memukau di penerbangan pertama hingga ke empat, tetapi penerbangan ke lima nilainya anjlok sehingga harus puas finis di peringkat ke-13. tetapi masih wajar karena Risman masih butuh waktu beradaptasi dengan parasut baru. Pada kejurnas ini Risman memakai parasut baru yang dibeli KONI Banten dan ini debut parut tersebut bersama Risman. Kalau Aris memang butuh waktu lagi kembali ke puncak performa,” imbuhnya.

Atas prestasinya ini, Irvan mendapat ganjaran dengan dipanggil masuk tim nasional untuk menghadapi kejuaraan dunia yang bertajuk Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) 2017 di Albania, Juni mendatang.

“Sekarang berarti sudah ada dua atlet paralayang Banten di tim nasional, Irvan dan Aris. Mudah-mudahan ilmu yang didapat keduanya di tim nasional serta pengalaman tampil di kejuaraan dunia bisa meningkatkan kualitas mereka serta puncaknya mempersembahkan prestasi untuk Banten pada PON XX Papua 2020,” tegas Anwar.

Asisten Pelatih Paralayang Banten, Rahmat Sodikin meyakini, performa ketiga atlet Banten spesialis ketepatan mendarat (KTM) akan lebih baik pada saat Kejurnas Troi Seri II pada Juni.

“Insya Allah, semua atlet sudah berkomitmen memperbaiki prestasi. Mereka juga akan berusaha menyabet medali emas di nomor KTM tandem. Kita akan berupaya mematenkan nomor KTM menjadi milik atlet Banten. Jadi, setiap ada kejuaraan KTM, orang akan mengatakan bahwa nomor tersebut milik atlet Banten,” ucapnya. (Andre Adisas Putra/Radar Banten)