Paralympic Target Perbaiki Peringkat

0
765 views
Atlet tenis lapangan NPC Banten foto bersama usai tampil di Kejurnas NPC 2018 lalu.

SERANG – National Paralympic Committee (NPC) Banten memasang target memperbaiki peringkat pada Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) 2020 di Papua. Seperti diketahui, pada Peparnas 2016 lalu prestasi NPC Banten hanya bertengger di ranking 21.

Ketua Umum NPC Banten Yoyoh mengatakan, untuk mewujudkan target tersebut, pihaknya bakal melakukan seleksi ketat terhadap atlet-atlet berprestasi binaannya. Yoyoh meyakinkan seleksi atlet bersih dari titipan. “Untuk target NPC Banten di Peparnas 2020, harapannya bisa memperbaiki peringkat saat Peparnas 2016 lalu yang masih di urutan 21 besar. Semoga saja di Papua nanti kami bisa menembus sepuluh besar,” kata Yoyoh, Minggu (5/1).

Pada Peparnas 2020, NPC Banten akan ikut serta di lima cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan. Yaitu, bulu tangkis, catur, tenis meja, tenis lapangan, dan atletik. Sebanyak 50 atlet bakal diboyong pada multievent yang dihelat November mendatang itu.

“Untuk Peparnas 2020 di Papua, kami tidak ikut seluruh cabor yang dipertandingkan. Hanya lima cabor saya yang NPC Banten ikuti karena kelima cabor ini sangat berpeluang untuk merebut medali,” kata Yoyoh,

Dari lima cabor tersebut, Yoyoh mengungkapkan, bulu tangkis punya peluang cukup tinggi untuk mendulang medali. Itu lantaran ada beberapa atletnya yang tergabung sebagai atlet pelatnas yang memperkuat Indonesia pada Asian Paragames 2018 lalu.

“Kita hanya ingin memberangkatkan atlet-atlet yang punya potensi besar untuk mendapatkan medali. Di bulu tangkis kita punya dua atlet yang ada di pelatnas. Saya yakin mereka bisalah untuk mempersembahkan medali di Peparnas 2020 nanti,” harap Yoyoh.

Namun, terkait tahapan seleksi dan rangkaian persiapan atlet untuk menyukseskan Peparnas 2020 itu, Yoyoh belum bisa mengungkapkan kapan waktunya. Sebab, dana hibah yang diajukan sebesar Rp 5 miliar kepada Pemprov Banten hingga saat ini belum cair.

“Untuk persiapan, kami masih belum tahu kapan bisa dimulai. Karena belum melihat anggarannya. Apalagi ke Papua ini kan jauh dan memakan biaya yang tidak sedikit. Dari Rp 5 miliar yang kami ajukan, rencananya itu juga sudah termasuk untuk bonus atlet nanti,” jelas Yoyoh. (rbs/ibm/ira)