Parpol Usung Bukan Kader, Pengamat: Partai di Kota Serang Miskin Kader

0
45

SERANG – Mendekati masa Pemilihan Kepala Daerh (Pilkada) Kota Serang 2018, arah Partai Politik (Parpol) di Kota Serang mulai nampak. Sebagian besar mengarahkan dukungannya pada bakal calon Walikota Serang Vera Nurlaela Jaman.

 

Hasil survei yang tinggi menjadi dalih partai-partai tersebut melabuhkan dukungannya pada istri dari Walikota Serang TB Haerul Jaman tersebut. Bukan kader tidak cukup mengalahkan buaian hasil survei.

Selain Vera, dukungan pun mengalir pada Ranta Soeharta, Syafrudin, dan Subadri Ushuludin, ketiga bakal calon tersebutpun bukan kader partai. Bahkan Ranta dan Syafrudin bukan politisi sama sekali, melainkan birokrat.

Memandang hal terebut, pengamat politik UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten Dedi Sunardi menilai ada kemunduran parpol pada Pilkada Kota Serang. Selain itu, di dalam internal parpol, ia menilai sejumlah partai miskin kader, yang seharusnya mengusung kadernya dengan visi-misi yang sesuai partai.

“Hampir semuanya, parpol tidak memiliki calon. PKS misalnya, mengusung Ranta, itu kan bukan kader PKS. Lalu PAN mengusung Syafrudin, bukan dari orang partai, itu hanya orang DLH,” kata dia saat dihubungi Radar Banten Online melalui telepon, Senin (27/11).

Miskinnya kader partai internal untuk dijadikan calon walikota Serang, berdasarkan pengamatan Dedi sebenarnya terdapat dua permasalahan. Pertama, parpol tidak siap untuk bertempur mencalonkan kadernya yang akhirnya dianggap sia-sia saja.

“Mereka (parpol-red) tidak memiliki kader untuk diorbitkan pada Pilkada, karena parpol tidak memiliki kader yang siap bertarung,” ujarnya.

Kedua, parpol tidak memiliki konsep bagaimana kader partainya bisa menjadi calon walikota Serang. Menurut Dedi, parpol lebih memilih calon yang punya logistik besar dan elektabilitas yang tinggi.

“Mereka belajar dari Pilkada terdahulu, calon yang dari kelompok tertentu berdiri, mereka kemudian berfikir realistis,” ungkapnya. (Anton Sitompul/antonsutompul1504@gmail.com).