Ketua DPW Banten Partai Berkarya Helldy Agustian (duduk kedua dari kiri) bersama Titiek Soeharto (tengah) dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Berkarya Priyo Budi Santoso (duduk kedua dari kanan) saat memberikan keterangan pers di Hotel The Royalle Krakatau Cilegon, Selasa (11/9).

CILEGON – Koordinator Komando Daerah Pemilihan Partai Berkarya Titiek Soeharto bersama jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Berkarya datang ke Kota Cilegon untuk menghadiri agenda Diklat Pemenangan Pemilu 2019. Dalam kesempatan itu, Titiek mewakili Ketua Umum DPP Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto memberikan arahan pada seluruh caleg dan pengurus Partai Berkarya se-Banten.

Perempuan yang bernama asli Siti Hediati Hariyadi itu mengungkapkan, Banten menjadi salah satu daerah prioritas bagi Partai Berkarya pada pemilihan tahun depan, baik pada pemilihan legislatif (pileg) maupun pemilihan presiden (pilpres).   Menurutnya, Banten memiliki pengaruh dalam setiap kontestasi pemilu di Indonesia.  “Banten jadi prioritas dong, makanya saya datang ke sini,” ujar Titiek kepada Radar Banten usai memberikan sambutan dan arahan pada acara yang dihelat di Hotel The Royale Krakatau Cilegon tersebut, Selasa (11/9).

Ada beberapa faktor yang membuat DPP Partai Berkarya menetapkan Provinsi Banten sebagai daerah prioritas dalam pemilu. Pertama, menurut Titiek, di Banten terdapat tiga daerah pemilihan (dapil), yang secara otomatis berpengaruh terhadap komposisi di legislatif. “Luar biasa loh itu (dapil), makanya seperti pesan Pak Tommy, semua harus bekerja keras,” ujar Titiek sambil melangkah ke luar ruang pertemuan.

Ia melanjutkan, selain itu, jumlah suara di Provinsi Banten sangat banyak sehingga berdampak pada seluruh bentuk pemilu, baik itu kepala daerah, pileg, maupun pilpres. Kondisi Banten itu, dinilai oleh Partai Berkarya, merupakan potensi yang sangat besar bagi partai. Ia meyakini yang melihat hal itu bukan hanya Partai Berkarya, tapi juga partai politik lainnya.

Putri dari mantan Presiden Soeharto itu melanjutkan, Partai Berkarya telah mematok sejumlah target pada Pileg 2019. Salah satunya adalah raihan suara yang melebihi empat persen parlemen threshold atau ambang batas parlemen. Menurutnya, hal itu perlu diwujudkan agar Partai Berkarya bisa eksis di legislatif. “Dengan eksis di DPR, kita (Partai Berkarya) bisa berbuat maksimal untuk masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Titiek dalam kesempatan konferensi pers.

Menyinggung soal pilpres, menurut Titiek, DPP Partai Berkarya telah sepakat untuk melabuhkan dukungan pada pasangan Prabowo-Sandiaga. Karena itu, ia meminta kepada seluruh jajaran pengurus dan kader Partai Berkarya di Provinsi Banten untuk juga ikut bekerja keras memenangkan pasangan itu.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Berkarya Priyo Budi Santoso menambahkan, DPP Partai Berkarya menilai Provinsi Banten sebagai lumbung suara. Menurutnya, berdasarkan hasil survei internal yang tidak dipublikasikan oleh DPP Partai Berkarya, Banten merupakan daerah padat penduduk dengan partisipasi yang cukup tinggi. “Selain Banten, tentu daerah-daerah padat penduduk lain di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Papua, Maluku, Bali, terutama basis-basis transmigran,” ujar Priyo.

Priyo meyakini target-target yang telah dicanangkan oleh Partai Berkarya bisa terealisasi. Keyakinannya itu melihat respons masyarakat yang sangat besar terhadap Partai Berkarya. “Masyarakat sangat menyambut baik kehadiran Partai Berkarya,” ujar Priyo.

Berbicara soal target, lanjut Priyo, untuk DPR RI, Partai Berkarya menargetkan 80 kursi. Target itu menurutnya untuk memenuhi ambang batas parlemen. Ia meyakini dengan kesolidan serta strategi yang diterapkan partai, target itu bisa terealisasi. (bam/air/ira)