Partai Gerindra Banten Diburu 57 Kandidat

SERANG – Para kandidat sudah terang-terangan akan mencalonkan diri pada Pilkada Serentak 2020. Dua pekan membuka pendaftaran, sudah ada 57 orang yang mendaftar di Partai Gerindra Banten.

Perinciannya, 43 orang mendaftar sebagai bakal calon (balon) bupati atau walikota dan 14 orang mendaftar sebagai wakil bupati atau wakil walikota. Sejak dibuka pada Jumat (1/11) hingga Jumat (15/11), Pilkada Tangerang Selatan yang paling banyak pendaftar.

Desk Gerindra untuk Pilkada Tangsel menerima 17 kandidat balon walikota, dan satu wakil walikota. Disusul desk Kabupaten Serang yang menerima sebanyak 17 pendaftar yang terdiri dari 13 balon bupati dan empat balon wakil bupati.

Sedangkan desk Pandeglang mendapat sebanyak 13 pendaftar, yang terdiri dari enam pendaftar bupati dan tujuh wakil bupati. Kemudian, untuk Pilkada Cilegon ada sembilan pendaftar, terdiri dari tujuh balon walikota dan dua wakil walikota.

Dari empat pilkada, Tangsel dan Kabupaten Serang yang paling banyak diminati pendaftar. “Jadi yang paling diminati ini kalau dilihat dari data ada di Tangsel dan Kabupaten Serang,” ujar Ketua Desk DPD Gerindra Banten Ali Mustofa.

Balon yang mendaftar selanjutnya akan melakukan tahapan yang disiapkan Gerindra. “Selanjutnya kami akan melakukan verifikasi dan penilaian, sesuai petunjuk dan arahan partai sampai dengan penentuan calon terpilih dan seterusnya,” katanya.

Ia menjelaskan, penilaian didasarkan pada tujuh aspek sesuai indikator yang ditetapkan tim desk Gerindra. “Tiap indikator diberi pembobotan dengan skala baik sekali, baik, cukup, kurang baik, dan tidak baik,” katanya.

Ketujuh aspek tersebut, lanjut Ali, mulai aspek integritas, visi misi kepemimpinan, jaringan sosial dan logistik, serta aspek fisik. “Aspek logistik ini mulai dari kesiapan pendanaan, kesiapan logistik, komitmen terhadap Gerindra. Komitmen yang sudah terbangun dengan Partai Gerindra dan kesiapan membangun konsolidasi Partai Gerindra menghadapi Pemilu 2024,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Desk Pilkada DPD Gerindra Provinsi Banten Tati Nurcahyana mengatakan, tahapan pendaftaran bakal calon kepala daerah atau wakil kepala daerah Partai Gerindra sudah ditutup pada Jumat (15/11), pukul 18.00 WIB. “Ada 57 tokoh yang telah mendaftarkan diri dari 60 orang yang mengambil formulir ke panitia. Sementara ada tiga orang tidak mengembalikan formulir,” kata Tati kepada wartawan usai penutupan masa pendaftaran di kantor DPD Gerindra Provinsi Banten, Jumat (15/11) petang.

Untuk tiga orang yang tidak mengembalikan formulir, lanjut Tati, sudah tidak bisa lagi mendaftar di Partai Gerindra. “Kita sudah tentukan waktunya dan masa pendaftaran sudah berakhir,” ungkapnya.

Anggota DPRD Banten itu menambahkan, masa pendaftaran merupakan tahap awal penjaringan bakal calon kepala daerah atau wakil kepala daerah. “Tahapan selanjutnya adalah verifikasi berkas. Mereka yang memenuhi persyaratan berhak mengikuti tahapan selanjutnya, yaitu wawancara dan dialog publik. Untuk waktu pelaksanaannya akan diputuskan melalui rapat secara internal partai,” ujarnya.

Terkait berkas para pendaftar yang belum lengkap, Tati mengaku, panitia penjaringan memberikan waktu untuk para tokoh melengkapinya hingga Senin (18/11). Misalnya, ada pendaftar yang belum menyertakan visi dan misi saat mengembalikan formulir. Namun bagi tokoh yang mengembalikan formulir pendaftarannya diwakilkan, panitia memberikan catatan.  “Tentu ada catatan khusus untuk para pendaftar yang tidak datang langsung atau diwakilkan,” tegasnya.

Pantauan Radar Banten, ada beberapa bakal calon kepala daerah yang mengembalikan formulir pendaftarannya diwakilkan. Di antaranya bakal calon bupati Pandeglang Nabil Jayabaya dan bakal calon walikota Cilegon Haji Awab.

Pendaftaran Nabil Jayabaya diwakili oleh Agus Wisas yang juga mendaftarkan diri sebagai bakal calon wakil bupati Pandeglang. “Saya yang mengembalikan formulir pendaftaran Pak Nabil sebagai bakal calon bupati Pandeglang, sekaligus menyerahkan formulir pendaftaran saya sebagai bakal calon wakil bupati Pandeglang,” kata Wisas kepada wartawan.

Wisas pun meminta maaf kepada panitia penjaringan atas ketidakhadiran Nabil Jaya Baya. “Mohon maaf Beliau tidak hadir langsung karena ada kegiatan yang tidak ditinggalkan di waktu yang bersamaan,” tuturnya.

Sementara formulir pendaftaran Awab diwakili oleh Koordinator Aliansi Masyarakat Pencinta Haji Awab, Edi Sufandi. “Kami juga mohon maaf, Beliau (Awab) tidak bisa datang mengembalikan formulir pendaftaran. Karena kerabat Beliau meninggal dunia hari ini (kemarin),” kata Edi.

Ia menambahkan, sejak awal Awab didorong para relawan untuk mengikuti berbagai penjaringan di partai politik. “Kami berharap rekomendasi Gerindra untuk calon walikota Cilegon jatuh pada Haji Awab,” harap Edi.

Sementara tokoh terakhir yang mengembalikan formulir pendaftarannya adalah bakal calon bupati Serang Wahyudin Djahidi. Ia tiba di kantor DPD Gerindra sekira pukul 17.15 WIB. “Saya mohon maaf datang terlalu sore karena saya baru datang dari Solo,” katanya.

Sebagai tokoh muda, Wahyudin mengklaim telah mendapatkan dukungan dari generasi milenial untuk maju di Pilkada Kabupaten Serang 2020. “Niat saya makin mantap setelah mendapat dorongan dari para tokoh masyarakat, makanya saya mendaftarkan diri ke Partai Gerindra sebagai bakal calon bupati Serang. Semoga Kabupaten Serang mendapatkan pemimpin baru yang bisa membawa kemajuan dan layanan publik semakin keren,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Banten Masrori mengembalikan formulir pendaftaran di Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan PAN. Masrori yang berangkat dari kantor DPW PAN Banten pukul 13.30 WIB itu didampingi pengurus teras DPW PAN Banten, PAN Kabupaten Serang, dan para pendukungnya.

Masrori mengatakan, dirinya mengembalikan formulir sebagai bentuk keseriusan untuk mencalonkan diri sebagai bakal calon bupati Serang. Masrori yang mengusung perubahan itu berharap mendapat dukungan dari Gerindra dan Demokrat.

“Tentu kami perlu dukungan dari partai lain untuk melakukan perubahan di Kabupaten Serang,” ujar Masrori di kantor Gerindra Banten.         

Menurut Masrori, Kabupaten Serang saat ini masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. Mulai dari kualitas pendidikan, infrastruktur jalan, kesejahteraan sosial, dan sebagainya. “Dan yang membuat kita prihatin juga pengangguran terbesar di Provinsi Banten ini ada di Kabupaen Serang. Ini artinya bahwa banyak masyarakat Kabupaten Serang yang menganggur,” ujarnya.

Masrori menegaskan, bila dipercaya menjadi orang nomor satu di Kabupaten Serang maka akan melakukan kebijakan yang membuka ruang untuk menumbuhkan usaha-usaha kreatif. “Ruang-ruang kreatif harus dibuka sehingga masyarakat bisa mengembangkan ide-ide kreatif usaha,” tandasnya.

Sementara, bakal calon bupati Kabupaten Serang lainnya, Prof Lili Romli pun mengembalikan formulir kemarin. Lili Romli yang berlatar belakang akademisi dan birokrat itu memastikan tidak akan maju sebagai calon bupati melalui jalur perorangan. Ia akan maju jika mendapat dukungan dari partai politik. “Karena untuk membangun Kabupaten Serang ini tidak bisa sendirian,” katanya.

Lili juga mengaku sudah menyiapkan visi dan misi untuk maju di Pilkada 2020. Ia optimistis Partai Gerindra akan mengusung calon bupati secara objektif. “Seperti kita saksikan selama ini, Partai Gerindra selalu konsisten mengusung calonnya di setiap pemilihan, saya rasa Partai Gerindra akan objektif mengusung calon,” ujarnya.

Setelah mengembalikan berkas ke Gerindra, Lili juga mengembalikan berkas ke Partai Demokrat dan PAN. Ia mengaku, sudah melakukan komunikasi politik dengan berbagai partai untuk mendukungnya di Pilkada 2020, termasuk dengan Gerindra. “Saya serahkan kepada Gerindra, saya tidak akan intervensi apa-apa,” ucapnya. (ken-den-jek/air/ira)