Partisipasi Masyarakat Wajib Didokumentasikan

0
764 views

SERANG – Kegiatan masyarakat menjaga kebersihan dan keamanan lingkungannya harus didokumentasikan. Bentuk partisipasi masyarakat terhadap lingkungannya itu menjadi bukti dan dasar penilaian tim juri dalam Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020 pada April nanti.

Dalam Sosialisasi dan Workshop LRLA Kota Serang 2020 untuk wilayah Kecamatan Serang di aula kantor Kecamatan Serang, Jumat (15/2), Direktur Radar Banten dan Banten TV Mashudi mengatakan, ada enam kategori lomba yang akan dinilai. Yakni, partisipasi masyarakat terbaik, lingkungan paling berbunga, lingkungan terinovatif, lingkungan paling hijau, kelompok pemuda penggerak lingkungan, dan kelompok penggerak sadar hukum.

Kendati partisipasi masyarakat menjadi kategori tersendiri, tapi dalam penilaian kategori lomba lain, tim juri akan meminta keterangan dan dokumentasi terkait keterlibatan masyarakat dalam gotong royong. “Partisipasi masyarakat merupakan dasar dari semua aspek penilaian,” tegas Mashudi di hadapan lurah dan ketua RT se-Kecamatan Serang. Mashudi didampingi Kasi Orsosmas Ditbinmas Polda Banten AKBP Alimuda Pulungan dan Camat Serang Tubagus Yassin.

Mashudi mencontohkan, upaya menciptakan lingkungan hijau. Tentu akan berbeda nilainya jika hal tersebut tidak dilakukan masyarakat secara gotong royong. “Bisa saja kan membuat lingkungan hijau dikerjakan oleh ahli yang dibayar. Itu pasti nilainya akan kecil,” tandas Mashudi.

“Ini adalah salah satu bagian dari upaya menumbuhkan gotong royong yang sudah hampir hilang. Ini memerlukan kerja sama semua bagian,” sambungnya.

Soal kampung yang aman, Kasi Orsosmas Polda Banten AKBP Alimuda Pulungan mengatakan, adalah lingkungan dengan masyarakat yang taat hukum. Jauh dari perbuatan melanggar undang-undang dan jauh dari gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Maka dari itu, kita harus bergandengan tangan bersama sama untuk mewujudkan suasana yang membuat masyarakat merasa nyaman saat beraktivitas,” terang Alimuda.

Ada beberapa kriteria penilaian dalam kampung aman. Antara lain, kampung bebas dari tindak pidana, bebas dari peredaran narkoba dan minuman keras, bebas dari tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan terhadap anak, sistem keamanan lingkungan (siskamling)-nya berjalan efektif, serta keberadaan kader sadar hukum.

“Mari kita berpikir ke depan dalam rangka LRLA ini, di mana, poskamlingnya sebagai inventaris kelurahan. Kalau tidak, berarti masyarakat memandang rendah keamanan,” tukasnya.

“Peran aktif masyarakat untuk mendukung pemerintah itu dengan adanya kelompok yang mendukung keamanan di masyarakat, untuk menjaga kamtibmas,” sambung Alimuda.

Pada bagian akhir, Camat Serang Tubagus Yassin mengatakan, LRLA bertujuan untuk mengadakan lingkungan bersih dan aman secara massal. Dilakukan bersama-sama oleh semua lapisan masyarakat.

“Resik lan aman ini nama untuk mengangkat kearifan lokal. Yang mana, orang Serang sebagian Jawa Serang,” katanya.

Yassin yakin, program LRLA akan berdampak luar biasa terhadap perilaku dan kebersamaan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan. Tentu, jika dilakukan secara berkelanjutan.

“Sudah banyak masyarakat yang siap untuk menyukseskan program pemerintah ini,” pungkas Yassin. (fdr-dylan zetizen/don/ira)