Ketua KPU Lebak Ni'matullah berdialog dengan staf dan wartawan di ruangan Situng KPU Lebak.

RANGKASBITUNG – Angka partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 di Kabupten Lebak mencapai 78,28 persen. Angka partisipasi tersebut melampaui target yang ditetapkan KPU Lebak sebesar 70 persen.

Ketua KPU Lebak Ni’matullah mengatakan, pelaksanaan pemilu di Lebak berjalan dengan aman, lancar, dan tertib. Penyelenggara pemilu dapat menyelesaikan tugas dengan baik. Bahkan, sampai rekapitulasi suara di tingkat kabupaten dan provinsi selesai, tidak ada persoalan yang menghambat proses pemilu legislatif dan pemilu presiden.

“Kami bersyukur angka partisipasi pemilih di Lebak melampaui target yang kami tetapkan, mencapai 78,28 persen dari jumlah daftar pemilih tetap sebanyak 987.511 orang. Pemilih yang tidak menggunakan hak politiknya sebanyak 214.427 orang,” kata Ni’matullah kepada Radar Banten, Selasa (14/5)

Menurutnya, partisipasi pemilih pada pemilu 2019 meningkat dibandingkan Pilkada Lebak 2018. Pada pemilihan bupati dan wakil bupati melawan kolom kosong, angka partisipasi pemilih hanya mencapai 65,46 persen. Keberhasilan meningkatkan partisipasi pemilih tidak lepas dari kerja keras penyelenggara pemilu dibantu pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam menyosialisasikan pemilu kepada masyarakat.

“Masyarakat antusias datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Ini bukti bahwa kita berhasil melakukan sosialisasi terhadap masyarakat, sehingga mereka mau datang ke TPS untuk menggunakan hak politiknya,” ungkapnya.

Alumni Universitas Djuanda (Unida) ini berharap, ke depan angka partisipasi pemilih di Lebak terus mengalami peningkatan. Karena itu, KPU bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) komitmen dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat. (Mastur)