Partisipasi Warga Belum Menyasar Sampah

0
294 views

CIKEUSAL – Tim 18 Juri Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang dibuat sumringah oleh warga RW 05, Kampung Tancang, Desa Sukarame, Kecamatan Cikeusal. Kedatangan juri, kemarin (9/11), disambut oleh ratusan warga. Namun, sinyal partisipasi warga kampung ini terhadap lingkungannya yang tinggi itu belum bisa menyelesaikan persoalan sampah.

Suasana semarak terasa di kampung santri ini. Tim juri diarak dan diiringi tetabuhan alat musik rebana saat berjalan dari bagian depan hingga belakang kampung. Warga, terutama ibu-ibu berseragam hijau, mengiringi tim juri yang didampingi Kepala Desa Sukarame Yaya Sunarya. Acara penyambutan tim juri ini tetap menjalankan protokol kesehatan.

Juri dari unsur Karang Taruna Kabupaten Serang, Sumarga, mengakui jika partisipasi warga RW 05 pada LKBA sangat besar. “Saya senang, warga kompak. Konsep penataannya juga menarik, di sepanjang jalan dipasang plang bertuliskan asmaul husna,” katanya kepada Radar Banten.

Di Taman Tancang, juri juga diajak warga untuk berfoto bersama. Taman ini kreasi warga RW 05.

“Saya mengimbau warga untuk meningkatkan penataan di pengolahan sampah,” pesan Sumarga kepada warga RW 05.

Kekurangan kampung ini, menurutnya, adalah pengelolaan sampah. Warga belum melakukan pemilahan sampah organik, nonorganik, dan bahan beracun serta berbahaya atau B-3.

Makanya, juri berharap, pada penilaian tahap dua nanti, warga RW 05 harus sudah menyediakan tiga tempat sampah berbeda. “Warga juga harus bisa mengolah sampah menjadi barang bernilai ekonomi,” tambah Sumarga.

Juri dari unsur kepolisian, Aiptu Eko Sumaedi, mengatakan, jika RW 05 ingin mendapat nilai sempurna, perkampungan ini harus bebas tindak pidana, nihil kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), punya kelompok sadar hukum yang sudah disahkan oleh pemerintah desa, ada upaya ketahanan pangan, dan kelengkapan alat keamanan di pos ronda.

“Semua hampir terpenuhi, tinggal pos rondanya belum ada nomor kontak aparat keamanan,” ujarnya. (mg06/don)