Pas-pasan Tetap Manja-manjaan

0
714 views

Adoy (34), nama samaran, memang tak sekaya pengusaha batu bara, tak setampan Nicholas Saputra pemeran film Ada Apa Dengan Cinta, tapi gaya Adoy layaknya Don Juan yang mampu membahagiakan dan memanjakan istrinya, sebut saja Siti (33), selama berumah tangga. Kok bisa? kita simak yuk ceritanya!

Sosok Adoy sebenarnya tidak ada yang istimewa. Profesinya juga hanya seorang satuan pengamanan di pabrik di wilayah Serang Timur. Muka dan pendapatannya pun pas-pasan, Adoy hanya menang badan tegap doang. Saat ditemui Radar Banten di wilayah Ciruas, Kabupaten Serang, siang itu Adoy sedang asyik menikmati segelas kopi hitam di sebuah warung dekat kediamannya. Ketika diajak berbincang, Adoy tak pelit untuk berbagi cerita tentang pengalaman manisnya berumah tangga.

“Hidup pas-pasan juga, saya tuh di rumah suka manja-manjaan sama istri loh,” akunya. Masa? Manja-manjaan bagaimana tuh, Bang? “Ya istri manggil saya Bebeb, sebaliknya saya juga panggil dia Bubu,” ujarnya. So sweet banget sih, Bang. “Apa pun permintaan istri, pasti saya turuti, walaupun enggak sesuai keinginan sih,” terangnya. Permintaan yang bagaimana tuh, Bang? “Misalnya istri pengin dibelikan motor, saya beliin dulu sepeda roda tiga buat pemanasan. Atau pengen beli emas, saya beliin kuningan, yang penting niatnya,” terangnya. Itu sih kebangetan, Bang. 

Keduanya selama berumah tangga selalu menunjukkan keharmonisan. Semua persoalan rumah tangga tak pernah mereka permasalahkan, enjoy saja. Hadapi dengan senyuman. Semua itu sebetulnya cara mereka saja supaya enggak pusing mikirin hidup yang serba kekurangan. Awalnya, Siti yang mempunyai sifat manja sempat membuat Adoy tidak nyaman. Soalnya, berbeda dengan sikap Siti dulu semasa masih penjajakan dengan Adoy. Dewasa, pendiam, dan tidak banyak tingkah. Maklum, Siti memang sosok wanita idaman bagi setiap kaum Adam. Bagaimana tidak, wajahnya cantik, penampilannya juga selalu terlihat menarik. Kulitnya putih bersih, bodinya juga aduhai dengan rambut nan indah semampai.

“Ya saya beruntung bisa dapetkan Siti. Banyak cowok yang ngejar dia,” pujinya. Mungkin copet kali Bang, makanya dikejar.

Diceritakan Adoy, pertemuannya dengan Siti di pabrik tempat Adoy bekerja. Adoy yang terhipnotis wajah ayu Siti langsung tancap gas mengajaknya kenalan. Beruntung ajakan Adoy mendapat respons positif dari Siti. Mungkin Siti saat itu lagi kelilipan, makanya langsung mau diajak kenalan. Keesokan harinya, Adoy semakin intens menjalin komunikasi dengan Siti. Setiap malam Minggu Adoy sengaja mampir ke rumah Siti, ceritanya apel masa pendekatan.   

Tiga bulan menjalin hubungan pertemanan, keduanya merasa ada kecocokan dan sepakat untuk menjalin hubungan. Tak lama setelah mereka resmi berpacaran, Adoy yang tidak mau wanita idamannya disalip orang langsung melamar Siti. “Alhamdulillah langsung diterima,” akunya bangga. Diterima mas kawinnya doang kali!

Singkat cerita, Adoy menikah dengan siti dengan pesta pernikahan cukup meriah.

Mengawali rumah tangga, Adoy dan Siti tinggal di kontrakan sederhana. Meski begitu, bulan madu Adoy merayakannya di pantai. So sweet pokoknya. “Menginapnya sih di hotel, tapi yang murah biar hemat. Yang penting bulan madu,” kenangnya sambil cengengesan.        

Hari terus berlalu, Adoy mulai sibuk bekerja, sementara Siti sibuk menjadi ibu rumah tangga. Adoy pun mencoba bersikap bijaksana memperlakukan istrinya penuh kelembutan. Sebulan sekali bahkan Siti diajak ke mal. “Meskipun cuma diajak naik turun lift sama eskalator doang,” guraunya. Teganya si Abang. “Sesekali beli pakaianlah,” timpalnya.  Nah, begitu dong, Bang.

Tak hanya itu, permintaan Siti yang pengin liburan setiap bulan selalu dikabulkan Adoy meski berkunjung ke wisata-wisata murah. Tak jarang Adoy harus rela meminjam uang ke teman demi menyenangkan Siti. Lama-lama Adoy mulai kewalahan dan mulai tak nyaman. “Jatah rokok sehari dua bungkus berkurang jadi sebatang karena uangnya sering dipakai jalan-jalan sehabis gajian,” keluhnya. Enggak apa-apa sih, Bang.

Adoy awalnya sempat marah yang membuat Siti menangis dan ngambek. Adoy bahkan sempat tak diajak bicara oleh Siti sampai tidak dilayani di ranjang. Sampai suatu hari, Adoy meminta maaf dan berjanji untuk tidak lagi marah Siti karena sifat manjanya. Sejak itu, setiap ada persoalan pasti dibicarakan baik-baik. Setahun kemudian lahirlah anak mereka yang pertama yang membuat Adoy semakin sayang pada Siti. Semua yang Siti minta pasti dituruti yang membuat mahligai rumah tangga mereka semakin harmonis. “Alhamdulillah, sejak punya anak rezeki lancar. Kita jadi suka manja-manjaan. Dinikmati saja meskipun hidup pas-pasan,” ucapnya. Bagus deh, Kang. (mg06/zai/ira)