Pasangan Calon Walikota Tawarkan Solusi Persoalan Kesejahteran

Debat Putaran Kedua Pilkada Kota Serang 2018

0
826 views

SERANG – Debat pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota Serang putaran kedua berlangsung di Hotel Horison Ultima Ratu Serang, Kota Serang, Jumat (25/5) malam sekira pukul 21.00 WIB.

Dari tiga pasang calon (paslon), calon wakil walikota dari nomor urut tiga, Subadri Usuludin tidak dapat hadir karena sedang menjalankan ibadah umrah. Debat putaran kedua ini mengusung tema ‘Pemberdayaan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat’.

Saat debat seperti sebelumnya sesuai urutan satu per satu paslon menaiki podium. Secara bergantian baik paslon nomor urut satu Vera Nurlaela-Nurhasan, nomor urut dua Samsul Hidayat-Rohman, dan Syafrudin menyampaikan visi misinya jika terpilih sebagai walikota dan waliKota Serang. Secara umum, ketiga paslon memaparkan solusi-solusi dari permasalahan pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Mulai dari pengentasan kemiskinan, pengangguran, hingga pengelolaan sumber daya alam.

“Sesuai dengan tema pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, misi kami mempunyai tujuan untuk meningkat jenis dan peluang kerja. Pemerintah dan warga harus saling mengambil inisiatif. Pemerintah menciptakan iklim investasi yang kondusif,” ujar calon walikota Vera Nurlaela.

“Kami akan meningkatkan kualitas hidup manusia. Indikatornya dengan menjaga stabilitas sosial, pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan. Kami akan meningkatkan angka harapan hidup masyarakat dengan upaya promotif. Menumbuhkan industri kreatif, pengoptimalan pasar di setiap kecamatan,” ujar Samsul Hidayat, calon walikota nomor urut dua.

Giliran paslon nomor urut tiga. Calon walikota Syafrudin memaparkan persoalan angka kemiskinan yang saat ini di atas lima persen. Kemudian masalah pengangguran, anak jalanan, dan pengemis. “Sementara untuk permasalahan infrastruktur, banyak yang harus ditangani dan diperbaiki. Kemacetan Trondol belum teratasi. Kami mengusung misi membangun peradaban daerah,” tuturnya.

Hingga memasuki sesi akhir, secara bergantian paslon memberikan pertanyaan, sanggahan, dan jawabannya kepada paslon lainnya.

Kepada paslon nomor urut dua, paslon nomor urut satu mempertanyakan cara mengentaskan pengangguran di Kota Serang selama lima tahun jika memimpin. “Kita akan membangun sentra-sentra UKM, industri kreatif, dan melatih pengusaha baru. Agar penuh kreativitas, kemudian membuka Bank Perkreditan Rakyat Syariah sebagai solusi mengatasi bank keliling,” ujar Rohman.

Giliran paslon nomor dua bertanya ke paslon nomor tiga. Samsul mempertanyakan cara mempercepat laju ekonomi di Kota Serang. “Jika kami terpilih, kami akan merangkul pengusaha yang ada. Saya kira memang benar di Kota Serang pengusaha harus terlibat agar pertumbuhan ekonomi tidak liar agar Kota Serang memiliki daya saing,” ucapnya.

Saatnya paslon nomor tiga yang bertanya ke paslon nomor satu. Vera mendapat pertanyaan dari Syafrudin tentang cara mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam untuk memajukan Kota Serang. “Berbicara menggali sumber daya alam di kecamatan, kami mencanangkan agar di Kasemen menjadi lahan pertanian. Menjadi lumbung padi Kota Serang. Kemudian mengembangkan wisata alam. Bukan hanya SDA, tapi juga SDM,” tuturnya.

Debat putaran kedua berakhir dengan tertib. Pihak keamanan mempersilakan massa pendukung masing-masing agar keluar dari ruangan secara bertahap dan teratur.

Pantauan Radar Banten, massa pendukung dari ketiga paslon tampak berbondong-bondong hadir. Lahan parkir hotel tersebut tidak dapat menampung kendaraan. Lantaran itu, petugas kepolisian dan tentara yang mengamankan jalannya debat, mengalihkan massa untuk memarkirkan kendaraannya di bahu jalan.

Namun, tidak seluruh massa dapat masuk ke ruangan debat. Karena jumlahnya terbatas, hanya yang mengenakan kartu identitas khusus saja yang diperkenankan. Itu pun wajib dilakukan pemeriksaan superketat. Jaket, tas, diperiksa oleh petugas. Korek api harus rela ditinggalkan di luar.

Awal acara, jalannya debat sulit dikendalikan lantaran massa pendukung masing-masing beradu keras menyampaikan yel-yelnya. (Riko B/RBG)