Pasar Kepandean Kurang Peminat

Walikota Serang, Syafrudin menempelkan stiker anjuran menerapkan protokol kesehatan di salah satu kaca kendaraan umum yang melintas di Terminal Kepandean, Kota Serang, Kamis (27/8).

SERANG – Sejak dibangun akhir tahun 2018 untuk relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di wilayah Kota Serang, kondisi pasar Kepandean hingga kini masih kurang diminati pedagang. Penyebabnya, selain sepi pengunjung, di lapak pedagang tak tersedia aliran listrik.

Pantauan Radar Banten belum lama ini, kondisi lapak pedagang hanya tak kurang dari tiga pedagang yang tetap berjualan. Rangka baja yang berukuran kurang lebih 3 meter persegi itu sepi dari aktivitas jual beli. Kondisinya ini membuat suasana pasar terlihat kumuh.

Salah satu pedagang yang mengaku bernama Ati mengaku, di pasar Kepandean tiap harinya sepi dari pedagang. Beberapa kali Pemkot Serang telah berupaya, tapi dengan berbagai alasan puluhan lapak yang disediakan tetap saja kosong. “Kurang lebih dua tahun. Tapi masih kosong. Alasannya sih aliran listrik enggak ada,” ujarnya kepada Radar Banten, saat ditemui disela acara Gebyar Pekan Kuliner dan Industri Pasar Kreatif IKM/UKM yang digagas Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Serang, Kamis (27/8).

Ati mengaku, dirinya berjualan saat hari-hari tertentu saja. Ia mengatakan, kondisi pasar tidak terawat karena banyak yang kosong berpengaruh terhadap jumlah pengunjung ke pasar Kepandean.  “Kalau soal aliran listrik katanya Dinas Perdagangan (Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah-red) termasuk fasilitas penunjang lainnya akan dipenuhi kalau penuh,” katanya.

Ia berharap, Pemkot Serang terus melakukan kegiatan-kegiatan yang mengundang pengunjung banyak ke Pasar Kepandean. Menurutnya, kegiatan Gebyar dapat membantu para pedagang yang tetap berjualan di pasar yang difasilitasi pemerintah. “Sambil berjalan aja. Ya, mau bagaimana lagi. Kalau di luar kan di kejar-kejar petugas. Mendingan disini, paling resikonya sepi,” terangnya.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdaginkop-UKM) Kota Serang, Yoyo Wicahyono mengakui jika aliran listrik di Pasar Kepandean belum terpasang. Usulan anggaran yang diajukan dalam rapat pembahasan anggaran belum direalisasikan. “Iya, belum ada aliran listriknya. Mau ngusulin, ditolak terus sama dewan karena memang sepi pedagang,” katanya.

Yoyo mengatakan, tidak menjadi alasan utama tidak ada aliran listrik di tiap lapak. Ia mengaku, ada beberapa jalur alternatif yang bisa dilakukan oleh para pedagang jika serius menempati lokasi yang disediakan oleh Disdaginkop dan UKM. “Aliran listrik dan fasilitas penunjang, bukan alasan. Memang di wilayah Stadion ada fasilitas WC Umum dan aliran listriknya?,” katanya.

Kata Yoyo, Disdaginkop dan UKM secara bertahap meningkatkan fasilitas penunjang bagi kenyamanan pedagang. Menurutnya, jika para pedagang kompak berjualan di pasar Kepandean, pengunjung akan otomatis datang. “Sepi dari pengunjung juga alasan saja. Sebenarnya kalau para pedagang mau berjualan di sini semuanya kan pengunjung datang kesini,” terangnya.

Lebih lanjut, Yoyo mengatakan, kegiatan Gebyar Pekan Kuliner dan Industri Pasar Kreatif IKM/UKM yang digagas Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Serang atas seizin pihaknya. Menurutnya, di tengah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) kegiatan menerapkan protokol kesehatan.

Walikota Serang Syafrudin mengatakan, Pemkot Serang bersama LPM bekerjasama membangkitkan kembali geliat ekonomi di IKM dan UKM. Menurutnya, IKM dan UKM menjadi sektor usaha yang ikut terdampak pandemi Covid-19. “Ini salah satu cara mendorong ekonomi kita bergerak lagi. Tapi, tetap menjaga protokol kesehatan,” terangnya.

“Selain kegiatan seperti ini, Pemkot Serang juga telah menyiapkan dana stimulus bagi pelaku usaha tedampak Covid-19 sebesar Rp500 ribu. Itu bantuan permodalan, mudah-mudahan bisa membantu,” katanya. (fdr/nda)