Pasar Malam di Tengah Corona

0
2.917 views
Suasana pasar malam di Kecamatan Pulomerak, Jumat (27/3) siang. Pasar itu beroperasi mulai pukul 16.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Berdampingan dengan Dermaga Eksekutif Merak

CILEGON – Pasar malam di Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, tetap beraktivitas. Padahal Pemkot Cilegon telah melayangkan edaran agar tidak ada pihak mana pun yang membuat kegiatan yang melibatkan banyak massa.

Pasar malam atau yang kerap disapa korsel itu dekat dengan Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak dan Terminal Terpadu Merak (TTM) dan berdiri di atas lahan milik Pemkot Cilegon. Di area tersebut berdiri sejumlah tenant yang menjual pakaian, makanan, serta aneka barang lain. Di tengah-tengah area pasar terdapat sejumlah wahana permainan.

Jaya Permana, salah satu karyawan PT Perdana Ria Jakarta selaku event organizer yang mengelola pasar malam, itu tak menampik bahwa pasar malam masih beroperasi hingga Kamis (26/3) malam. Pasar itu mulai beraktivitas sejak pukul 16.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Menurutnya, pasar tersebut sudah beroperasi sejak 7 Maret dan dijadwalkan beroperasi hingga 7 April mendatang.  Kendati pasar malam tetap buka, lanjut Jaya, pengelola memutuskan untuk menghentikan fasilitas wahana permainan. Sementara tenant pedagang tetap dibuka berdasarkan permintaan para pedagang yang telah menyewa tenant agar tetap mendapatkan pemasukan.

“Permintaan dari pedagang buat sementara sore-sore minta dinyalain lampu siapa tahu ada orang, buat cari uang makan,” ujar Jaya, Jumat (27/3).

Menurut Jaya, ia tidak bisa memaksa para pedagang untuk tidak membuka tenant. Ia merasa iba kepada para pedagang karena jika tidak buka, mereka mengaku tidak bisa mendapatkan uang makan.

Dihubungi terpisah, anggota DPRD Kota Cilegon dari daerah pemilihan Pulomerak-Grogol Aam Amrullah menyayangkan hal tersebut terjadi.  Ia mengaku baru mengetahui ada pasar malam yang beraktivitas di tengah-tengah pandemi Covid-19. “Seharusnya ditiadakan sebagaimana instruksi Walikota Cilegon dan instruksi pemerintah pusat. Orang yang (menyelenggarakan pesta-red) nikah saja dilarang sama polsek,” ujar Aam.

Aam mengaku akan segera berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait seperti Pemerintah Kecamatan Pulomerak, kelurahan, serta Polsek Pulomerak, untuk mencari informasi yang jelas dan membahas langkah menyikapi pasar tersebut.

Sementara Camat Pulomerak Muhamad Hatta menjelaskan, pengelola pasar malam mengurus perizinan sebelum masa pandemi Covid-19.  Setelah adanya surat edaran dari Pemkot Cilegon, telah meminta kepada pengelola untuk menghentikan operasional. “Sudah ada suratnya juga, sudah diperingati Satpol PP untuk ditutup, sudah didatangi polisi, sudah didatangi Satpol PP,” ujarnya.

Menurutnya, Jumat (27/3) malam akan meninjau kembali pasar tersebut untuk memastikan jika pasar itu tidak kembali beroperasi. Jika masih maka pihaknya akan bersikap tegas pada pengelola. “Nanti kita cek, apakah semua jualan juga harus tutup, atau bagaimana aturannya, nanti akan kita lihat,” ujarnya. (bam/alt/ags)