Pasca Diterjang Air Bah, Warga Bansel Mulai Berbenah

Ilustrasi
Ilustrasi

SERANG – Ombak yang menerjang sejumlah wilayah di Banten Selatan setinggi lebih dari tiga meter diketahui menghempaskan ikan ke daratan ydan kemudian jadi rebutan masyarakat sekitar. Pasca kejadian tersebut, saat ini masyarakat sudah mulai berbenah.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Sumawijaya saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler. “Sekarang kondisi daerah masih siaga, kita sudah menurunkan personel dan bantuan, masyarakat pun sekarang mulai berbenah,” ujarnya, Jumat (10/6).

Menurut Sumawijaya, meski tidak menelan korban jiwa, banjir yang diakibatkan luapan ombak tersebut menghancurkan rumah warga yang berdekatan dengan pantai. “Kalau untuk lkerugian secara total, masih kita hitung, mungkin besok baru bisa kita sebutkan,” ujarnya.

Luapan ombak ini menurut Sumawijaya bukan hanya terjadi di Banten saja, namun juga di daerah-daerah lain di Indonesia. Di Banten sendiri daerah yang terkena luapan ombak ini berada di wilayah Kabupaten Pandeglang dan Lebaik, misalnya, Cikesik dan Binuangen.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Ino S Rawita menjelaskan, Pemprov Banten telah menyalurkan bantuan terhadap masyarakat berupa sejumlah kebutuhan pokok dan alas tidur, seperti matras.

“Bantuan baru kita kirim di daerah Cikeusik, Binuangen rencana besok karena sekarang kita lakukan pendataan dulu. Bantuan yang kita kasi yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, melalui rilis, Gubernur Banten mengaku prihatin atas musibah tersebut. “Dari tanah suci saya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa yang terjadi. Di tengah perjalanan umroh saya terus menerima laporan dan terus memantau perkembangan yang terjadi. Saya memerintahkan Dinsos dan seluruh dinas terkait untuk segera mengirimkan bantuan kepada para korban di Cikeusik dan tempat-tempat lainnya,” ujar Rano dalam rilis tersebut. (Bayu)