Pasca Kasus Suap, PT BGD Diaudit BPK

0
331
BGD
Ilustrasi/ Inet

SERANG – Pasca kasus suap yang dilakukan mantan Direktur PT Banten Global Development (BGD), kini salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dipercaya mendirikan Bank Banten itu diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan BAMS (Bharata Arifin Mumajad & Sayuti) dari kantor akuntan publik.

Dikatakan Direktur PT BGD Franklin Paul Nelwan, audit tersebut dilakukan atas permintaan pihaknya. “Kita sedang diaudit dan itu kita yang minta. Ada BPK dan dari KAP (kantor akuntan publik) BAMS. Makin banyak yang audit, makin baik,” kata Franklin Paul Nelwan, Rabu (3/2/2016).

Pria yang lebih akrab disapa Franky ini menjelaskan, bahwa auditor publik diperlukan guna keterbukaan publik sekaligus laporan pada saat pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). “Mudah-mudahan akhir bulan Februari ini selesai, lalu kita RUPS,” tegasnya.

Sebelumnya, pembangunan Bank Banten sempat tersendat-sendat setelah diketahui ada praktik suap menyuap. Padahal, pendirian bank daerah ini sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Tahun 2012-2015 yang dibahas dan menjadi Perda sejak masa pemerintahan mantan Gubernur Ratu Atut Chosiyah. (Viane)