Pasca-Lebaran Penjualan Mobil Bekas Sepi

Pemilik Sakha Group Tati Hartati bersama mobil bekas yang dijual di showroom-nya, kemarin.

SERANG – Sepekan setelah Idul Fitri 1440 H penjualan mobil bekas masih terbilang sepi karena showroom baru buka empat hari.

“Abis Lebaran cenderungnya sepi. Hingga empat hari buka belum ada penjualan,” ujar Rudi, karyawan Talenta Motor Cilegon, kemarin. Bahkan, lanjut Rudi, penjualan mobil bekas sepi sejak tiga bulan sebelum Lebaran. Apalagi setelah Lebaran kecenderungan masyarakat menjual kendaraannya.

Menurutnya, bisnis mobil seken tertentu terpengaruh mobil baru dengan harga yang lebih terjangkau. Antara lain Ayla, Agya, Calya, dan Sigra.

Hal sama diungkapkan Muhaimin, marketing Sandy Used Car. Di showroom mobil bekas di Pelamunan, Kramatwatu, Kabupaten Serang, belum ada transkasi penjualan karena baru buka Rabu (12/6) lalu. “Hari pertama buka ada beberapa konsumen yang tanya-tanya. Tetapi setiap harinya tidak tentu jumlah konsumen yang datang,” katanya.

Ia mengungkapkan, penjualan mobil bekas pada tahun ini kurang bagus dibandingkan 2018 lalu. Bahkan, penjualan mobil dua bulan terakhir anjlok. “Bahkan pada Ramadan lalu tidak ada penjualan,” katanya.

Ia menjelaskan, lesunya penjualan juga diperparah dengan kebijakan leasing yang mampu membiayai sekitar 70 persen dari harga jual mobil dengan estimasi uang muka 30 persen. Sementara kemampuan para konsumen untuk uang muka sekitar 20-25 persen. “Leasing juga tidak mengakomodir kendaraan tahun rakitan 2003 ke bawah,” katanya.

Pemilik Sakha Group Tati Hartati saat ditemui di Sri Mandiri Motor, di Jalan Raya Serang-Cilegon, Taktakan, Kota Serang, mengaku kunjungan calon pembeli ke showroom cukup bagus. Rata-rata lima calon pembeli setiap hari. “Ada yang tanya-tanya merupakan respons yang bagus,” katanya.

Sejak buka empat hari lalu, lanjut dia, baru terjual satu unit Avanza dan belum ada warga yang menawarkan mobil untuk dijual.

Ia optimistis penjualan akan semakin bagus di tengah persaingan yang kompetitif. “Sakha Group juga melakukan improvisasi dalam penjualan dengan mengikuti perkembangan teknologi,” katanya.

Penjualan mobil bekas belum ramai juga dirasakan Dian, tenaga penjualan Carro Wholesale di Tangerang. “Penjualannya masih slow, beda sama sebelum Lebaran. Mungkin karena kebutuhan. Tapi memang siklusnya kaya gitu sih. Apalagi saat ini barengan sama tahun ajaran baru sekolah, alokasi dana mungkin untuk pendidikan dulu,” katanya.

Dia mengungkapkna, sebelum Lebaran pihaknya bisa menjual lima hingga 10 unit. Konsumen beli untuk dipakai mudik dan liburan.

Mengenai tipe mobil bekas yang menjadi favorit konsumen, masih sekitar tipe multi purpose vehicle (MPV) yang segmentasinya mobil keluarga. Sedangkan tipe sport utility vehicle (SUV) tidak terlalu banyak laku. “Kalau masalah harga, ada kenaikan sekitar 5 persen dari tahun sebelumnya. Tentu dengan berbagai macam ketentuan dan syarat,” jelas Dian. (skn/adm/aas)