Pasca Pemilu 2019, Pimpinan Daerah Serukan Rekonsiliasi

0
585 views

SERANG – Pasca Pemilu 2019, pimpinan daerah dan tokoh masyarakat Banten serukan rekonsiliasi. Masyarakat diminta tenang dan mencegah setiap potensi kekisruhan selama proses penghitungan suara berlangsung.

Seruan ini disampaikan pimpinan daerah dan tokoh masyarakat pada acara peringatan Isra Mikraj di Masjid Ats-Tsauroh, Kota Serang, Jumat (19/4). Acara bertema ‘Merajut Kebesamaan Membangun Banten,’ ini dipelopori Perkumpulan Urang Banten (PUB).

Usai mengelar salat Jumat, masing-masing perwakilan menyampaikan testimoninya sebelum diakhiri dengan ceramah oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten KH AM Romly.

Romly meminta seluruh masyarakat menghormati proses penghitungan suara yang sedang berlangsung. “Mari kita tolak hasutan dan provokasi yang dapat menimbulkan ketidaktertiban, ketidaknyamanan, dan kekisruhan di masyarakat Banten,” katanya.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy juga menyerukan hal yang sama. “Momen ini sangat baik untuk sama-sama merekonsiliasi agar hubungan erat kembali. Memperkuat persatuan dan persaudaraan warga Banten,” serunya.

Menurutnya, warga Banten sangat egaliter. Perbedaan pilihan politik tidak akan sampai membuat perpecahan. “Pasca pemilu, Banten harus kembali tetap aman, nyaman, dan kondusif,” kata Ketua Umum Karang Taruna Provinsi Banten ini.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir mengatakan, Pemilu 2019 di Banten berjalan aman dan lancar. Hal itu mencerminkan perilaku orang Banten yang memiliki sifat kekeluargaan, saling menghargai, dan gotong royong yang kuat. “Dari segi keamanan tidak ada hal yang berarti, kita syukuri. Kalau pun ada pengaruh medsos itu perlu sama-sama ngerem (hentikan-red),” katanya.

Pihaknya mengimbau semua pihak sabar menunggu hasil rekap manual yang akan diumumkan KPU pada 22 Mei. “Adapun ada kekhawatiran terhadap proses, kita datang ke kecamatan, kita lihat saksinya banyak betul. Maka saya sarankan percayakan pada saksi dan mekanisme. Kami dari Polri dan TNI juga pantau terus agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Irjen Pol Tomsi.

Senada dikatakan Komandan Komando Resor Militer (Korem) 064/Maulana Yusuf Kolonel Inf Windiyatno. Menurutnya, jika daerah tidak aman dan damai akan sulit melakukan pembangunan. “Semua harus saling menjaga kondusivitas. Setelah ada keputusan KPU, kita ikuti siapa pun pemimpinnya,” katanya. “Hilangkan perbedaan pandangan kemarin yang antar tetangga, antar saudara. Kita buang jauh, kita rajut bersama untuk membangun Banten,” tambahnya.

EVALUASI

Sedang Ketua PUB Banten Irjen Pol (Purn) Taufiqurachman Ruki mengatakan, acara yang disatukan dengan peringatan Isra Mikraj ini untuk kembali merajut kebersamaan. Menegaskan kembali nilai-nilai keumatan, kebangsaan, dan kebantenan. “Ini harus menjadi bagian pemikiran kita bersama untuk merekat kembali persaudaraan kita,” katanya.

Mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini sempat menyinggung proses pemilu yang begitu gaduh. Ia menyarankan ada evaluasi atas sistem pemilu serentak yang dinilainya tidak efektif.

Namun, yang lebih penting, Ruki mengatakan, rekonsiliasi atas perbedaan politik yang tajam selama berlangsungnya pemilu. “Masalah perbedaan karena pilihan perlu kita sudahi. Kita kembali ke jati diri kita,” serunya.

Seruan untuk merajut persaudaraan juga disampaikan Dewan Penasihat pada Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandi di Banten ini Taufik Nuriman. “Sebelum pelaksanaan agak panas karena beda pilihan biasa. Yang penting jangan sampai adu fisik. Sekarang saatnya kita merajut kembali sebagai sesama warga Banten,” katanya.

Kata dia, aparat dan penyelenggara harus berpedoman pada aturan yang berlaku agar tidak menimbulkan kecurigaan pada masyarakat. “Aparat harus berlaku adil dan tidak ada keberpihakan dan kita sama-sama jaga hasil pemilu ini sampai final,” kata mantan bupati Serang ini.

Di tempat yang sama Penasihat Tim Kampanye Daerah (TKD) Banten Jokowi-Ma’ruf Embay Mulya Syarief juga meminta semua pihak menghormati proses penghitungan manual KPU yang sedang berlangsung. “Kita harus sama-sama damai, menjaga persatuan,” katanya. (ken/air/del/ags)