Pasca Teror Bom Thamrin, Resto Amerika Buka ‘Normal’

Net. ILUSTRASI
Net. ILUSTRASI

TANGERANG – Teror bom di Jalan Thamrin ternyata tidak membuat takut masyarakat. Demikian juga sejumlah karyawan restoran cepat saji asal Amerika di kawasan Tangerang Raya. Berdasarkan pantauan Minggu (17/1), beberapa resto siap saji asal Amerika berjalan normal. Aktivitas penjualan di weekend lalu juga cukup ramai.

Salah satunya cabang McDonalds Ciputat, Kota Tangsel yang berada di Jalan Ir H Juanda No 64 yang letaknya tidak jauh dari Polsek Ciputat serta Universitas Islam Negeri (UIN) Ciputat.

Manager Operasional MC Donalds Ciputat, Ami mengatakan, setelah kejadian teror, selang sehari manajemen pusat memberikan warning untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan. Beberapa cabang MC Donalds diinstruksikan tutup lebih awal. “Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama, dua hari setelah kejadian teror tersebut semua sudah kondusif dan kembali normal. Termasuk jam operasional yang memang menjadi pelayanan utama kami kepada masyarakat selama 24 jam,” kata Ami seperti dikutip dari Radar Banten, hari ini.

Pengakuan yang sama juga dilontarkan Reni, salah satu karyawati Starbuck Coffee di kawasan Mal Teras Kota, BSD City. Dia mengungkapkan, tidak ada pengamanan khusus yang terlalu berlebih. “Semua masih berjalan normal dan baik-baik saja. Walaupun pada saat kejadian teror di sana, cafe kami menjadi salah satu target pengeboman para teroris,” ungkap Reni.

Dia membenarkan di hari pertama teror terjadi, cafe tempatnya bekerja tutup lebih awal. “Bahkan info yang saya dapat seluruh gerai Starbuck Coffee di Jakarta memilih tutup sementara pada saat itu,” tambahnya.

Sementara itu pantauan lainnya, juga dilakukan di salah satu mal yang pernah menjadi sasaran target pengeboman, yakni Mall @ Alam Sutera. Sejumlah gerai brand Amerika yang berada di dalam mall seperti Starbuck Coffe terlihat masih normal, aktivitas transaksi dan pengunjung yang datang untuk menikmati roti dan donat serta kopi terbilang masih cukup ramai, tidak nampak rasa khawatir yang berlebih dari wajah mereka. (RB/RBOnline)