Pascabanjir, 200 Warga Padarincang Terserang ISPA

Petugas kesehatan melayani warga yang mengeluhkan penyakit pascabanjir pada kegiatan pengobatan gratis dari tim kesehatan Puskesmas Padarincang dan unsur pimpinan Kecamatan Padarincang.

SERANG – Lebih dari 200 warga di dua kampung, yakni Kampung Sukamaju, Desa Citasuk, dan Kampung Ciseke, Desa Batukuwung, Kecamatan Padarincang, dilaporkan terserang penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) pascabanjir, Selasa (27/3). Ratusan warga itu pun sudah mendapatkan penanganan medis dari tim kesehatan puskesmas setempat.

Babinsa Koramil Padarincang Serda Denny Rahmatullah menyatakan, pascabanjir di tiga desa, yakni Desa Citasuk, Desa Barugbug, dan Desa Batukuwung pekan lalu, tim kesehatan dari Puskesmas Padarincang langsung turun ke dua kampung, yakni Kampung Sukamaju, Desa Citasuk, dan Kampung Ciseke, Desa Batukuwung, yang dinilai rentan terserang penyakit mulai dari Kamis (29/3) hingga Sabtu (31/3).

“Dua kampung itu (Kampung Sukamaju dan Ciseke-red) rentan diserang penyakit. Soalnya, akses kedua kampung cukup jauh untuk menjangkau fasilitas layanan kesehatan,” ujar Denny yang ditemui Radar Banten di ruang kerjanya, Minggu (1/4).

Denny mengaku, menerima informasi dari tim puskesmas bahwa banyak warga yang mengeluh sakit gatal dan gangguan saluran pernapasan di Kampung Sukamaju dan Kampung Ciseke. Warga yang terserang panyakit, lanjutnya, sudah ditangani tim medis dari Puskesmas Padarincang.

Informasi yang disampaikan Denny pun dibenarkan Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Padarincang Lilis Nurliyani. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim puskesmas di lapangan pascabanjir, kata Lilis, banyak warga yang mengeluhkan berbagai penyakit. “Lebih dari 200 warga di dua kampung yang mengeluhkan batuk dan gatal pada saluran pernapasan. Mayoritas mengeluh di saluran pernapasan. Tapi, sudah kita kasih obatnya,” tegasnya yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler.

Berdasarkan keterangan Lilis, penanganan medis diawali kepada warga yang terdampak banjir di Kampung Sukamaju, Desa Citasuk. Setelah itu, pihaknya kembali mendapatkan informasi dari warga Kampung Ciseke, Desa Batukuwung, yang mengalami hal serupa. “Kita terjunkan tim lengkap dengan dokter dan ambulans segala. Sementara di Ciseke, aksesnya cukup jauh dan hanya bisa dilewati kendaraan bermotor (roda dua). Kita cuma menurunkan tim dari perawat saja,” terangnya.

Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, diakui Lilis, pihaknya rutin melakukan puskesmas keliling (pusling) menggunakan ambulans untuk menjangkau warga yang kesulitan mengakses tempat layanan fasilitas kesehatan. “Rutinnya sebulan dua kali (pusling). Kita juga sering diminta kepala desa dan aparat setempat. Apalagi, cuaca sekarang banyak masyarakat yang rentan kena penyakit,” tandasnya. (Rifat/RBG)