Pascasarjana UIN Banten Galar Raker untuk Tingkatkan Kualitas

0
1648
RAKER: Prof Dr MA Tihami MA saat menjadi narsumber bersama Direktur Pascasarjana Prof Dr H B Syafuri M.Hum, dan Rektor Prof Dr H Fauzul Iman MA

CILEGON – Program Pascasarjana UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mengadakan rapat kerja tahun anggaran 2021 di Kota Cilegon, Kamis (10/6). Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari yang dihadiri rektor, guru besar, anggota senat, dan pejabat di lingkungan pascasarjana, antara lain untuk evaluasi dan membuat program peningkatan kualitas. 

Direktur Pascasarjana Prof Dr H B Syafuri mengatakan, banyak permasalahan yang akan diselesaikan pada rapat kerja kali ini, seperti Nomor Ijazah Nasional (Nina) pada Forlap Dikti, kebutuhan sumber daya manusia (SDM), dan program baru pada program studi  doktor  (S3).

Dalam peraturan baru saat ini, kata Syafuri, empat bulan sebelum mahasiswa akan mengikuti wisuda harus sudah terdaftar pada Nina. Nina diterbitkan melalui aplikasi PIN pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) Kemdikbud.

“Untuk memeroleh Nina, mahasiswa harus mengikuti aturan dari Dikti yaitu setiap semester mahasiswa harus punya aktivitas kuliah. Tidak dibenarkan seorang mahasiswa aktif membayar SPP tetapi tidak mengisi rencana studi, meskipun hanya mata kuliah skripsi, tesis, disertasi, atau tugas akhir,” ungkap Syafuri dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, dengan aturan yang baru ini itu Pascasarjana UIN Banten harus bisa menyesuaikan agar perkembangan pascasarjana lebih cepat dan lebih baik.

Permasalahan lain yang harus diselesaikan dalam waktu cepat adalah penambahan SDM untuk pengelolaan program studi baru baru. “Saat ini SDM banyak yang kita ambil dari S2. Semoga ke depan bisa ada perekrutan yang baru sehingga bisa mengisi kekosongan pada setiap lini,” ungkapnya.

Rektor UIN Banten Prof Dr H Fauzul Iman mengimbau kepada para peserta raker untuk menjadikan raker ini sebagai evaluasi dan menyusun program penting yang bisa membangun kecemerlangan kampus UIN.

“Semoga raker ini menghasilkan program unggul yang mampu menghasilkan lulusan besar yang bisa membuat perubahan baik di lingkup pendidikan maupun yang lain,” ungkapnya. (aas)