Pantai Mabak di Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.

CILEGON – Wisatawan mulai kembali mengunjungi Pantai Mabak di Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Wisatawan dari beberapa daerah mulai mengunjungi pantai yang berada tepat di belakang kantor Polsek Merak itu sejak Sabtu (5/1) lalu.

Tolib, pengurus Pantai Mabak menuturkan, sejak tsunami menerjang Banten pada 22 Desember 2018 lalu, meski Pantai Mabak tidak terkena terjangan, tetapi wisatawan enggan datang karena takut. Ketakutan itu diduga dipicu beredarnya sejumlah informasi berkaitan tsunami dan Gunung Anak Krakatau. Akibatnya, masyarakat yang mencari nafkah dengan menyediakan jasa penyeberangan dari pantai itu ke Pulau Merak Kecil, Pulau Merak Besar, dan Pulau Sangiang tidak mendapatkan penghasilan.

“Padahal di sini mah normal-normal saja,” ujarnya, Senin (7/1).

Ia bersyukur, kini, wisatawan tak lagi takut datang ke Mabak dan mengunjungi pulau-pulau yang dekat dengan pantai itu. “Sekarang mulai ramai lagi,” ujarnya.

Ketua RT 04/07 Mabak, Muhidin menuturkan, ada sepuluh kapal yang menyediakan jasa penyeberangan dari pantai Mabak ke pulau-pulau itu. Biasanya dalam akhir pekan, setiap pemilik kapal bisa mengantongi pendapatan dari Rp600 ribu hingga Rp700 ribu. Sedangkan hari biasa dari Rp200 hingga Rp300 ribu. “Nelayan juga sekarang sudah mulai pada cari ikan lagi ke laut,” ujarnya.

Muhidin berharap, wisatawan tak lagi takut datang ke Mabak. Karena, meski kapal sederhana, sistem keselamatan diutamakan. “Di setiap kapal kita siapkan sepuluh pelampung, terus kalau cuaca lagi enggak bagus enggak kita antar nyeberang,” ujarnya. (Bayu Mulyana/aas/ira)