Pasien 75 Tahun Sembuh, Bupati Serang Sampaikan Pesan Optimistis

SERANG – Pasien positif virus corona atau covid-19 berusia 75 tahun, asal Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten, dinyatakan sembuh. Atas fakta tersebut, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyampaikan pesan optimistis dan semangat untuk terus memerangi covid-19.

“Alhamdulillah informasi dari Gugus Tugas Kabupaten Serang, satu pasien pertama yang positif covid-19 di Kabupaten Serang, sudah sembuh. Kami ingin menyampaikan pesan semangat dan optimistis untuk terus memerangi virus corona,” kata Tatu, Kamis (30/4/2020).

Pasien positif Covid-19 pertama di Kabupaten Serang tersebut berinisial N. Sebelum sembuh, sempat dirawat di RSUD Banten sejak sejak 29 Maret 2020. Hasil PCR terkonfirmasi positif pada tanggal 7 April 2020. Menurut riwayat perjalanan, yang bersangkutan sebelum positif, pernah melakukan kegiatan keagamaan di Jakarta.

“Yang bersangkutan sudah pulang ke rumahnya, dengan dinyatakan sembuh pada tanggal 27 April 2020. Saat ini, tetap diminta melakukan isolasi mandiri. Meski yang bersangkutan berusia lanjut, virus ini bisa disembuhkan dengan semangat dan optimistis,” ujarnya.

Namun, kata Tatu, istri yang bersangkutan juga positif, dan tengah menjalani perawatan. “Semoga dan kita doakan bersama, semoga istrinya juga sembuh. Kami optimis, istrinya ini positif covid-19, tetapi tanpa gejala,” ujarnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Serang, Agus Sukmayadi mengatakan, usia bukan faktor penentu kesembuhan seseorang dari Covid-19. “Pola perawatan dan kemauan untuk sembuh sangat mempengaruhi terbentuknya imunitas seseorang,” ujar Agus.

Agus menegaskan, meski telah dinyatakan sembuh, tetap menjalani protokol kesehatan dengan isolasi selama 14 hari di rumahnya. “Dengan tempat tidur terpisah, maupun alat makan terpisah, dan lakukan physical distancing. Perlu ketegasan dari anggota keluarga untuk menjalankan itu,” ujarnya.

Data terakhir per 30 April, kasus di Kabupaten Serang tersisa positif 1 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) tersisa 10 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) tersisa 187 orang.(*)