Pasien Curi Motor Bidan

0
875 views

SERANG– Motor Honda Beat nopol A 5052 SJ milik Noviyanti (29), raib dicuri pada Kamis (30/4) lalu. Pencuri motor bidan Puskesmas Waringinkurung, Kabupaten Serang itu ternyata Angga Yudi (23), pasiennya sendiri.

Pemuda asal Desa Telaga Luhur, Kecamatan Waringinkurung, itu diringkus polisi, Senin (3/8) malam. Sebelumnya, Angga mendatangi Puskesmas Waringinkurung untuk berobat sakit paru-paru. Angga yang datang seorang diri dilayani oleh korban. Usai diperiksa dan diberikan resep obatnya, Angga pamit pulang.

Namun, Angga mengurungkan niatnya pulang lantaran melihat motor korban terparkir di halaman puskesmas. Lantaran kondisi sepi, Angga berniat mencuri motor tersebut. Angga mengeluarkan kunci leter T dari saku celananya.

Dia bergegas merusak stop kontak motor korban menggunakan kunci leter T tersebut. Dalam hitungan detik, Angga mampu menyalakan mesin motor dan kabur. Angga kemudian menyembunyikan motor korban di kebun milik warga lantaran khawatir diketahui membawa motor curian.

Nah, keesokan harinya, Angga berniat mengambil motor curian tersebut. Tetapi, motor tersebut oleh pemilik kebun telah diserahkan ke Mapolsek Waringinkurung. Kabar temuan motor tak bertuan segera menyebar ke warga. Korban kemudian mengeceknya ke Polsek Waringkurung.

Setelah kondisi motor diperiksa, korban memastikan motor tersebut adalah miliknya yang hilang. Korban menunjukkan STNK dan BPKB motor kepada petugas sebagai bukti kepemilikan. Polisi menggali keterangan korban untuk mengungkap identitas pelaku.

Berbekal keterangan korban dan saksi, identitas pelaku akhirnya terungkap. Senin (3/8), Angga Yudi dijemput oleh petugas Reskrim Polsek Waringinkurung. Dia mengakui telah mencuri motor korban.

Kapolsek Waringingkurung Ajun Komisaris Polisi (AKP) Nassir Eming mengatakan, telah mengamankan dua buah kunci kontak Honda serta kunci leter T sebagai barang bukti. “Barang bukti tersebut diamankan saat penggeledahan di rumah tersangka,” kata Nassir, Kamis (13/8).

Usai menjalani pemeriksaan, Angga disangka melanggar Pasal 363 KUH Pidana. “Ancamannya diatas empat tahun penjara,” tutur Nassir. (mg05/nda)