Pasirjaya Menuju Desa Niaga

Staf Desa Pasirjaya Paryanto (kanan) memantau ibu-ibu PKK saat latihan kasidah di aula Kantor Desa Pasirjaya.

          TANGERANG – Desa Pasirjaya, satu dari 14 desa di Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Jumlah buruh pabrik di desa ini yang cukup banyak, menjadi potensi bagi Pemerintah Desa Pasirjaya untuk meningkatkan pendapatan asli desa (PADes)-nya melalui perniagaan.

          Kepala Desa Pasirjaya Haerudin mengatakan, potensi tersebut akan digarap melalui badan usaha milik desa (BUMDes). Salah satunya, unit usaha pembayaran tagihan listrik dan lainnya.

Kepala Desa Pasirjaya Haerudin

”Di desa ini banyak warga yang bekerja sebagai karyawan dengan waktu libur yang terbatas. Jadi, kalau kami buka unit usaha pembayaran juga bisa memudahkan warga dalam melakukan pembayaran. Mulai dari listrik, pajak, air, dan lainnya,” katanya kepada Tim Saba Desa Radar Banten, Rabu (10/4).

Haerudin yakin, unit usaha jasa pembayaran tersebut tepat sasaran, karena berkaitan dengan kebutuhan warga. ”Harganya akan lebih ekonomis dibandingkan di tempat lain. Kalau pun ada untungnya, lumayan untuk menjadi sumber PADes dan menambah dana pembangunan. Misalnya, pembuatan gorong-gorong,” tuturnya.

          Unit usaha yang dikelola BUMDes, lanjutnya, juga menjadi salah satu wadah untuk membantu pengembangan usaha-usaha mikro di desa berpenduduk 20.410 jiwa ini. ”BUMDes akan difokuskan ke perniagaan. Usaha milik warga seperti kerupuk kulit, boneka, dan lainnya bisa jadi item usaha dalam BUMDes. Sehingga, bisa membantu mengembangkan usaha warga,” tambah Haerudin yang telah menjabat Kepala Desa Pasirjaya dua periode itu, 2007-2013 dan 2013-2019.

Soal program pemberdayaan masyarakat, Pemerintah Desa Pasirjaya memiliki beberapa program yang sudah dijalankan. Antara lain, pelatihan budi daya lele, pelatihan menjahit, ternak burung love bird, danternak burung puyuh.

”Rencananya, kami akan membuat unit usaha konveksi juga, karena kami masih punya mesin jahit yang masih layak pakai. (Mesin jahit-red) pernah digunakan dalam pelatihan menjahit beberapa tahun lalu. Selanjutnya, kami akan buat pelatihan sablon dan desain yang menyasar pemuda agar lebih kreatif dan produktif,” tukasnya.

          Pemasaran konveksi yang akan dibuka Pemerintah Desa Pasirjaya, akan menyasar lembaga pendidikan usia dini di sekitar desa. ”Di desa ini, banyak PAUD dan sekolahan. Biasanya, setiap tahun ganti seragam atau kaos olahraga. Nah, itu jadi peluang besar. Seragam untuk pabrik atau industri juga bisa jadi potensi. Semoga terwujud,” harap Haerudin. (pem/rb/sub)