Pastikan Hak Anak Korban Banjir Terpenuhi

LEBAK – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspa Yoga mengunjungi korban banjir di posko pengungsian di Dodiklatpur Rindam III Siliwangi Ciuyah di Kecamatan Sajira, Senin (13/1). Dia ingin memastikan hak-hak anak dan perempuan yang menjadi korban banjir terpenuhi.

Kedatangan Menteri PPPA Bintang Puspa Yoga ke posko pengungsian didampingi Bupati Iti Octavia Jayabaya bersama Kapolres Lebak AKBP Firman Andreanto. Bintang Puspa Yoga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Bupati Iti Octavia Jayabaya. “Saya hadir ke sini untuk memastikan hak anak-anak dan perempuan yang menjadi korban banjir terpenuhi,” kata Bintang Puspa Yoga kepada wartawan.

Menteri asal Provinsi Bali ini mengapresiasi penanganan korban bencana banjir yang dilakukan Bupati Iti Octavia Jayabaya. Oleh karena telah mendirikan pos ramah perempuan dan anak di posko pengungsian. “Posko ini menjadi wadah bagi pengungsi untuk menyampaikan pengaduan dan memberikan pelayanan khusus terhadap perempuan dan anak,” katanya.

Bintang berharap, Pemkab dapat memberikan kegiatan pemberdayaan terhadap para pengungsi sesuai dengan skill yang mereka miliki. Apalagi lokasi pengungsian tempatnya cukup representatif. Dari 700 orang lebih pengungsi, sebanyak 320 orang di antaranya merupakan pengungsi perempuan yang harus mendapatkan perhatian khusus.

“Nanti dinas diharapkan ikut membantu Bupati dalam mendata keahlian yang dimiliki para pengungsi, sehingga mereka tidak jenuh tinggal di pengungsian,” ungkapnya.

Bupati Iti Octavia Jayabaya berjanji akan melaksanakan kegiatan pemberdayaan terhadap korban bencana di lokasi pengungsian.

Untuk pengungsi laki-laki akan diberikan cangkul dan arit untuk melakukan aktivitas pertanian di Dodiklatpur Rindam III Siliwangi di Ciuyah. Sementara itu, pengungsi perempuan diberikan pendidikan dan pelatihan.

Dia meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk menggelar berbagai kegiatan pelatihan di sini. “Kita tentu akan ikuti arahan dari Ibu Menteri PPPA. Kegiatan pemberdayaan akan dilakukan dengan memanfaatkan bahan baku lokal, seperti bambu,” katanya.

Iti mengatakan, semua anak telah melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di lokasi pengungsian. Anak-anak diberikan trauma healing dan motivasi. “Guru-gurunya juga hadir ke sini untuk memberikan KBM,” terangnya.

Nafsiah, pengungsi asal Kampung Jaha, Desa Banjaririgasi, Kecamatan Lebakgedong, mengatakan sudah lebih dari 10 hari tinggal di posko pengungsian. Dia mengatakan, tidak mengetahui sampai kapan akan tinggal di tempat itu. “Rumah saya rusak dan masih belum diperbaiki. Karenanya, jika kondisi aman, kami ingin cepat pulang,” katanya. (tur/zis)