Pasutri di Kota Serang Dituding Ajarkan Aliran Sesat

Ilustrasi

SERANG – Pasangan suami istri (pasutri) di Lingkungan Tower Indah, Kelurahan Sayabulu, Kecamatan/Kota Serang, dituding menyebarkan aliran sesat dan menistakan agama. Warga meminta agar pasutri itu ditindak lantaran telah meresahkan dan menistakan agama.

“Sesat atau tidak itu persepsi pribadi masing-masing. Saya sendiri tidak bisa bilang sesat. Warga mengeluh karena rumahnya sering banyak orang,” kata Ketua RT setempat MT Surya Mihardja ditemui di kediamannya, Jumat (10/8).

Diakui Surya, warga sepakat agar aktivitas pasutri yang telah tinggal di Kelurahan Sayabulu itu selama dua tahun dibubarkan. “Saya minta keberatan warga dibuat tertulis. Saya tanda tangani dan sudah sampaikan ke pemkot, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan kepolisian,” kata Surya.

Warga juga mendesak agar pasutri itu diproses secara hukum lantaran dinilai telah menistakan agama. “Sesat atau tidak, nanti biarkan MUI yang menilai,” kata Surya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris MUI Kota Serang Amas Tajudin mengakui telah menerima pengaduan soal aliran sesat tersebut. Tim Mediasi dan Penyelesaian telah dibentuk MUI Kota Serang untuk meneliti pengaduan tersebut.

“Saya ditunjuk sebagai ketua. Nanti tim bertugas melakukan verifikasi, penelitian, kajian, mediasi, dan tindakan-tindakan lain yang diperlukan untuk kepentingan penyelesaian dan penetapan fatwa,” kata Amas.

Dijelaskan Amas, aduan warga itu berisi dugaan praktik aliran sesat yang dilakukan seseorang berinisial R dan istrinya. Pasutri itu sudah berkali-kali diingatkan warga sehingga membuat warga resah dan berencana mengusirnya.

“Menurut warga, pasutri itu berpraktik sebagai paranormal melakukan cara-cara yang tidak lazim. Bahkan, sampai syahadat berbeda dengan syahadat pada umumnya yang sangat sensitif tentang keimanan seorang muslim,” jelas Amas.

Amas meminta warga agar tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan dan tim MUI Kota Serang yang sedang bekerja.

“Keputusan MUI Kota Serang tentang dugaan aliran sesat dimaksud selambat-lambatnya 30 hari kerja (hasil investigasi dan mediasi-red),” imbau Amas.

Pantauan Radar Banten, di kediaman pasutri terlihat beberapa orang berada di teras rumah. Alunan suara musik terdengar sampai ke luar rumah. Namun, R belum dapat dikonfirmasi. “Oh cari Ayah (R-red). Beliau sedang mancing di Curug, paling pulang sesudah magrib,” kata salah seorang lelaki di balik pagar rumah.

Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Komarudin mengaku telah menerima pengaduan mengenai aliran sesat itu. “Kami sudah buat tim terpadu. Nanti akan berkoordinasi dengan MUI Kota Serang,” kata Komarudin.

Komarudin menegaskan, proses hukum atas tuduhan penistaan agama itu akan dilakukan seusai menerima hasil kajian dari MUI Kota Serang. “Saya imbau warga agar tidak melakukan tindakan-tindakan melanggar hukum. Serahkan kepada yang berwenang,” kata Komarudin. (Merwanda/RBG)