Pasutri Sekap dan Jual ABG

0
2374

CIPUTAT-BS dan FM diringkus petugas Satreskrim Polres Tangsel di sebuah indekos di Gang Bhineka, Jalan Ir Juanda, Ciputat, Kota Tangsel, Sabtu (29/5). Pasangan suami istri (pasutri) itu ditangkap lantaran  menyekap dan menjual gadis remaja sebagai pekerja seks komersial (PSK).

Praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) itu terbongkar usai korban berinsial A (16) menghubungi El, sang kakak, Sabtu (29/5). Anak baru gede (ABG) asal Ciputat, Kota Tangsel itu menghubungi kakaknya melalui media sosial (medsos) menggunakan ponsel milik lelaki hidung belang yang dilayaninya.

Usai mendapat pesan korban, kakak dan ayah korban langsung menyambangi alamat yang diberikan oleh A.  “Katanya ada yang ngasih kabar, sama ponakan saya si EL, akhirnya dicari tuh alamatnya, dikasih tahu di belakang BCA Ciputat saja,” ungkap S (54), paman korban kepada wartawan, kemarin (31/5).

Saat masuk ke dalam kamar kos itu, ayah korban menggeledahnya. Ternyata, A disekap di dalam lemari. Sementara pasutri tersebut bersembunyi di balik pintu kamar. “Awalnya sempat bilang tidak ada A. Ternyata ada di dalam, dalam lemari diumpetin dan disekap,” katanya.

Korban langsung dibawa pulang ke rumah. Kondisi tubuh remaja putus sekolah itu dipenuhi oleh luka lebam. “Ada bengap-bengap biru, biru merah-merah, bibirnya sampai jontor dan katanya mau visum,” jelasnya.

Usai kejadian itu, keluarga korban langsung melaporkan pasutri tersebut ke Mapolres Tangsel. “Keponakan saya ini jarang pamit kalau pergi. Dan kalau sudah pergi gak pulang-pulang, bilangnya beli bakso,” tuturnya.

Sementara Kapolres Tangsel Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Iman Imanuddin mengaku telah mengamankan BS dan FM. “Sudah kita tangkap pelakunya. Pasutri ini kita kenakan TPPO,” katanya.

Selain TPPO, pasutri itu juga diduga melakukan penganiayaan terhadap korban. “Nanti kalau ada fakta hukum penganiayaannya, kami juncto-kan,” tambahnya.

Dijelaskan Iman, dalam kasus itu, FM berperan merekrut gadis remaja sebagai PSK. Sedangkan BS bertugas mencari pelanggan. “Suaminya bagian nyari pembeli, nyari pengguna. Istrinya yang menyiapkannya,” jelasnya.

Kata Iman, A telah beberapa kali melayani pria hidung belang di kamar indekos yang disediakan pasutri tersebut. “ Dua, tiga kali dijual sama tersangka,” ungkapnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Tangsel Ajun Komisaris Polisi (AKP) Angga Surya Saputra mengaku selain TPPO, kedua tersangka bakal dijerat UU perlindungan anak. “Kalau TPPO tidak mesti lebih dari satu orang, satu orang saja sudah bisa disebut TPPO. Nanti kita dalami apakah ada korban lain,” tutupnya. (rbnn/nda)