Payung-payung untuk Aksesori Spot Foto

0
940 views

TAKTAKAN – Warga Lingkungan Buahlaler, RT 02 RW 03, Kelurahan Taktakan, Kecamatan Taktakan, akan membuat spot foto di lingkungannya. Warga menggunakan payung yang digantung sebagai aksesoris. Mereka berharap, lingkungannya lebih berwarna dan menarik.

Ketua RT 02 RW 03, Lingkungan Buahlaler, Yusri mengaku sudah menyosialisasikan Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2020 kepada warganya. Ia memanfaatkan acara peringatan Isra Mikraj pada pekan lalu. Pengurus RT juga telah berkoordinasi dengan pemuda terkait rencana penataan lingkungan.

“Setelah rapat dan searching di google tentang lingkungan bersih dan aman, kami memutuskan untuk bikin hiasan payung gantung,” kata Yusri kepada Radar Banten, Kamis (19/3).

Rencananya, kata Yusri, para pemuda akan mengalihfungsikan lahan yang selama ini digunakan untuk tempat pembuangan sampah menjadi taman. Di sisi-sisi lahan seluas sekira 10 x 5 meter persegi itu akan dipasang ban bekas yang dicat bermacam warna. Di atas lahan, digantung sejumlah payung bermacam warna dan ukuran. “Nanti, spot ini jadi bagus. Berwarna dan rapi,” ujarnya.

Sampah rumah tangga di Buahlaler, menurut Yusri, tidak menjadi masalah. Sebab, lingkungan ini menjadi pelanggan perusahaan jasa pembuangan sampah. Untuk itu, setiap kepala keluarga dibebani biaya kebersihan sebesar Rp15 ribu per minggu. “Pengangkutan sampah setiap Selasa dan Kamis,” jelasnya.

Warga Buahlalaer, lanjut Yusri, juga berencana membuat gapura di pintu masuk perkampungan mereka, di Jalan Raya Taktakan-Mancak. “Kita targetkan, awal April sudah rapi dan bagus,” ungkap Yusri.

Lingkungan Buahlaler dihuni oleh sekira 160 jiwa dari 80 kepala keluarga. Yusri mengakui, jumlah warganya itu menjadi salah satu potensi untuk mengubah Buahlaler menjadi lingkungan yang bersih, indah, dan aman. “Insya Allah, LRLA bisa mengembalikan kepedulian warga pada lingkungan,” harapnya.

Senada disampaikan Lurah Taktakan Erlinawati. Menurutnya, LRLA menjadi solusi untuk menghidupkan kembali gotong royong. “Sekarang mah susah ngajak warga gotong royong. Semoga, ini jadi awal kembalinya semangat kebersamaan warga,” pungkasnya. (mg06/don)