SERANG – Ketua Tanfidziyah Pimpinan Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kota Serang H Matin Syarkowi mengatakan, pihak penyelenggara Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Kota Serang harus menangkap ‘importir’ peserta MTQ, lantaran kalau MTQ dan sejenisnya yang dikejar hanya menang atau kalah artinya sudah keluar dari tujuan atau faedah MTQ.

“Lalu apa bedanya dengan ngadu ayam atau ngadu suara burung? Solusinya cuma satu, yaitu hilangkan gengsi tetapi kembangkan dan tingkatkan pembinaan,” ungkap Matin Syarkowi kepada radarbanten.com, Kamis (12/2/2015).

Matin menjelaskan, tindakan yang harus diambil ialah jangan dikasih ruang bagi orang-orang yang menjanjikan kemenangan dan menawarkan gengsi. “Saya pernah membicarakan persoalan ini dengan Walikota Serang dan hanya saja orang-orang di sekitar Pak Wali ini yang sudah kadung pengen dialem. Karena mereka itulah calo-calo qori dan qoriah,” jelasnya.

Dikatakan, seharusnya mereka semua menyadarai bahwa dalam setiap perlombaan itu pasti ada yang menang dan kalah. Tetapi dalam konteks musbaqoh ini bukan itu tujuan hakikinya. “Tujuan hakikinya, ialah memotivasi gemar baca Alquran dan kitab sehingga saya fikir enggak perlu menyewa dari luar. Kalau pake nyewa-nyewa segala lalu apa bedanya dengan sepak bola?,” kata Matin. (Fauzan Dardiri)